SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pansus Tolak Kenaikan Tarif Parkir di Batam

  • Reporter:
  • Senin, 3 April 2017 | 13:45
  • Dibaca : 443 kali
Pansus Tolak Kenaikan Tarif Parkir di Batam
Juru parkir di kawasan Puabahari Nagoya. Foto Arrazy Aditya.

BATAM KOTA – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Parkir atas revisi Perda Nomor 1 tahun 2012 Kota Batam, menolak kenaikan tarif parkir yang diusulkan Pemko Batam sebesar seratus persen pada rapat pembahasan finalisasi di DPRD Kota Batam, Jumat (31/3).

Anggota Pansus Parkir Jurado Siburian mengatakan, rapat tersebut adalah finalisasi Ranperda parkir, namun dalam pembahasannya bersama seluruh pihak terkait masih belum tuntas karena ada beberapa hal teknis membuka perdebatan baru sehingga butuh perpanjangan waktu. Menurut dia, kenaikan tarif parkir usulan Pemko Batam bukanlah kebijakan tepat, karena itu harus disejalankan dengan pelayanan. “Sekarang bagaimana kesiapan pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat, baru setelah itu berbicara tentang tarif. Selama ini pelayanan parkir belum berjalan dengan baik,” ujarnya di Batam Centre, kemarin.

Pihaknya mengingatkan, bahwa dalam pembentukan produk hukum dalam Perda tersebut tidak bisa menggunakan judul perubahan apabila 50 persen materi dirubah.”Saya sudah sampaikan dari awal kalau ada perubahan materi 50 persen maka harus buat Perda baru,” jelasnya.

Anggota Pansus Pansus Parkir Edward Brando menambahkan, dalam pembentukan Perda parkir perlu dilakukan pemetaan terlebih dahulu, dengan pemisahan perda tentang parkir umum dengan parkir khusus. “Kalau parkir umum adalah retribusi visinya dalam bentuk layanan kepada masyarakat tanpa mengejar profit, sementara parkir khusus adalah pajak, sehingga di sini perlu ada pemetaan,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Yusfa Hendri optimis target PAD sebesar Rp30 miliar dari retribusi parkir tercapai, kalaupun kenaikan tarif ditolak maka ada opsi lain yakni dengan pungutan secara online. “Berbicara parkir ini ruwet dan mumet untuk diselesaikan, namun dengan sistem online bisa menekan kebocoran dan meningkatkan pelayanan,” ujarnya.

Setelah dilakukan evaluasi, jumlah titik parkir meningkat, dari sebelumnya 202 titik menjadi 635 titik, dimana sebelumnya terbagi kedalam tiga zona, sekarang menjadi sembilan zona yang tersebar di 12 Kecamatan Kota Batam. Pemungutan dilakukan secara konvensional, ke depan dalam Perda dimungkinkan pungutan secara online. “Jadi parkir cukup menggunakan kartu agar semua terintegrasi,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com