SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pansus Usulkan Balai Adat di Kecamatan

  • Reporter:
  • Selasa, 21 Mei 2019 | 11:41
  • Dibaca : 86 kali
Pansus Usulkan Balai Adat di Kecamatan
ilustrasi

PINANG – Anggota Panitia Khusus Peraturan Daerah Bangunan Berciri Khas Melayu (Pansus Perda BBKM) DPRD Kepri Iskandarsyah mengusulkan agar salah satu wujud dari Perda ini adalah agar setiap kecamatan yang ada di Provinsi Kepri di bangun balai adat.

“Ada lebih kurang 70 Kecamatan yang ada di Provinsi Kepri, dan wajib di bangun balai adat sebagai bentuk untuk pelestarian dan perkembangan budaya di Kepri,” kata Iskandarsyah di Tanjungpinang, Minggu (19/5).

Ia menambahkan, untuk penganggaran pembangunan balai adat bisa dianganggaran melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) baik dari Provinsi maupun dari kabupaten/kota.

Menurutnya bisa saja dengan pola penganggaran dari Pemprov 50 persen dan dari kabupaten/kota 50 persen. Sebab ini adalah bagian untuk mewujudkan visi dan misi Gubernur menjadikan Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu. “Saya harapkan, Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu ini, jangan hanya sebagai retorika, tapi harus diwujudkan. Sehingga anak dan cucu kita ke depan tahu akan sejarah bagaimana ciri-ciri bangunan khas Melayu. Ternyata pola bangunan Melayu itu memiliki arti dan nilai-nilai,” ujarnya.

Menurutnya, bangunan khas Melayu ini bukan hanya dilihat dari arsitektur dan seni saja tapi ada makna karakter kepribadian dan jati diri dari makna bangunan dan ukirannya yang tertera. “Kita ingin kejayaan Melayu bukan saja tinggal kenangan, tapi juga dilestarikan. Seperti kata Hang Tuah, Tuah Sakti Hamba Negeri, Esa Hilang Dua Terbilang, Patah Tumbuh Hilang Berganti, Tak Melayu Hilang di Bumi,” tuturnya.

Iskandarsyah yang merupakan politisi PKS ini menegaskan bahwa Bangsa Melayu adalah bangsa yang terbuka, ramah dan menerima moderenisasi. Tapi tetap menjaga dan berpegang teguh kepada kebudayaan dan adatnya sendiri. “Karena melayu sendiri bagi saya adalah bukan saja dibatasi dengan suku tapi adalah peradaban dan kebudayaan yang besar. Kita bisa belajar dari Jepang, negaranya modern, teknologi tinggi tapi tetap menjaga kebudayaan dan leluhur mereka,” ujarnya lagi.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com