SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pantang Menyerah Dan Percaya Diri

  • Reporter:
  • Minggu, 11 Februari 2018 | 13:17
  • Dibaca : 209 kali
Pantang Menyerah Dan Percaya Diri

SIMONA Halep, petenis nomor dua asal Rumania ini memang belum pernah sekalipun memenangi Grand Slam . Namun, dia telah meraih banyak gelar bergengsi selama kariernya.

Perempuan yang lahir pada 27 September 1991 di Constanta, Rumania ini memiliki ayah seorang mantan pemain sepak bola di Sageata Stejaru. Simona mulai bermain tenis pada usia empat tahun, sebagai pengganti kakak lakilakinya. Pada usia enam tahun, dia berlatih tenis setiap hari.

“Saya mengidolakan Justine Henin dan Andrei Pavel saat saya masih kecil,” ujar Simona, seperti dilansir Dailymail.co.uk . Simona memulai karier sebagai petenis profesional pada usia 15 tahun saat mengikuti ITF Circuit di Rumania pada 2006. Dia memulai tahun 2008 dengan bermain di kompetisi junior, mengalahkan Anastasia Pavlyuchenkova di perempat final di Kejuaraan Junior Australia Terbuka.

Dia melanjutkan untuk memenangi dua pertandingan pada bulan Mei dan Juni. Pertama, kemenangan di final di Trofeo Bonfiglio, menang atas Bojana Jovanovski dalam dua set. Lalu, di Kejuaraan Junior Roland Garros, ia masuk dalam undian utama sebagai unggulan ke-9. Sejak penampilan gemilangnya pada 2008, karier Simona terus menanjak.

Berprestasi di level ITF Circuit dan Kejuaraan Junior Australia Terbuka Simona mulai bermain di turnamen WTA pada tahun 2009. Pada 2010 dia mengikuti AS Terbuka, namun kalah di putaran pertama melawan Jelena Jankovic. Simona pertama masuk ke urutan 50 besar dunia pada akhir 2012.

Lalu mencapai puncak 20 pada bulan Agustus 2013 setelah meraih gelar perdana turnamen WTA di Nurnberg, Jerman. Selanjutnya, pada tahun yang sama, karier Simona melesat dengan merebut 6 gelar turnamen WTA. Pada 21 November 2013 Simona memenangi WTA Most Improved Player of the Year Award .

Dia juga berhak mendapatkan penghargaan pemain ESPN Centre Court Most Improved Player 2013 . Pada 2014 Simona mencapai final Prancis Terbukadan final GrandSlam pertamanya, serta berhasil masuk peringkat 10 besardunia. Namun, ia kalahdari Maria Sharapova dalamtigaset. Diajugamencapaifinal WTA pada tahunyangsama, tetapikalahdari Serena.

Simona melanjutkan kesuksesannya sepanjang 2015 dan 2016 dengan memenangi tiga gelar di setiap musim, masing-masing termasuk 2 gelar Premier Mandatory dan masuk dalam Top 10 . Pada 2017 dia bermain di final Prancis Terbuka keduanya, kalah lagi dalam tiga set dari Jelena Ostapenko, setelah memimpin dengan satu set dan 3-0 di urutan kedua.

Simona menutup tahun 2017 sebagai petenis nomor 1 dunia. Dalam daftar peringkat yang dikeluarkan Women’s Tennis Association, petenis 26 tahun itu bertahan di puncak dengan skor 6.135. Dia hanya unggul tipis, 40 angka atas Garbine Muguruza Blanco asal Spanyol.

Peringkat puncak itu ia raih setelah mengalahkan juara Prancis Terbuka 2017, Jelena Ostapenko, di putaran semifinal China Terbuka 2017. “Saya memenangi gelar di sini tiga tahun lalu. Ini adalah kemenangan pertama saya pada tahun 2017 ini sebagai nomor satu di dunia, jadi saya senang dan menikmati saat ini,” ujar Simona.

Menariknya, dia menjadi petenis perempuan ketujuh yang mencapai peringkat 1 dunia tanpa memenangi turnamen Grand Slam . Walau telah meraih 15 gelar WTA dan 6 gelar ITF , Simona belum sekalipun meraih gelar Grand Slam . “Menjadi petenis yang dekat dengan Grand Slam, tapi tidak sanggup meraihnya, itu persoalan besar.

Ia seperti beban yang membuat kakimu, bahkan tak bisa melompat, berlari ke kanan dan ke kiri lapangan saat hendak mengembalikan bola lawan,” ujar Simona. Selanjutnya, di final Australian Open 2018 pada Januari lalu, Simona mencapai final sekaligus menghadapi lawan petenis nomor dua dunia Caroline Wozniacki.

Kedua petenis ini bertanding untuk merebut gelar Grand Slam pertama kalinya bagi mereka di Melbourne. Simona pun terpaksa mengakui keunggulan Wozniacki dengan skor 7-6, 3-6, 6-4 yang membawa petenis asal Denmark itu ke peringkat 1 dunia. Untuk kesekian kalinya Simona pun harus rela gagal mendapatkan gelar Grand Slam .

“Saya tidak merasakan tekanan. Saya merasa baik-baik saja dan prima. Setiap pertandingan di Grand Slam selalu sengit. Saya bisa katakan, saya mengawali musim ini dengan lebih baik. Saya lebih rileks dan lebih menikmati waktu di lapangan,” tutur Simona.

dwi nur ratnaningsih

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com