SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Parit Depan Rumah Sappe Sinaga Diduga Pakai Dana Aspirasi

  • Reporter:
  • Kamis, 6 April 2017 | 10:03
  • Dibaca : 1057 kali
Parit Depan Rumah Sappe Sinaga Diduga Pakai Dana Aspirasi
ilustrasi

TEBING – Selain menyalahgunakan untuk penimbunan jalan ke lahan kosong, Anggota DPRD Kabupaten Karimun Sappe Sinaga juga diduga menggunakan dana aspirasi untuk pembangunan gorong-gorong (parit) persis di depan rumahnya, di Jalan Seibati tak jauh dari Mapolsek Tebing.

Informasi dihimpun, pembangunan gorong-gorong depan rumah mewah Sappe Sinaga dikerjakan beberapa bulan lalu.

“Gorong-gorong depan rumahnya itu dibangun pakai dana aspirasi. Ini jelas untuk kepentingan pribadi bukan kepentingan masyarakat,” ujar warga setempat yang meminta namanya dirahasiakan, Rabu (5/4).

Dia pun heran ketika dana aspirasi digunakan untuk pembangunan fasilitas umum tapi dinikmati sendiri oleh sang oknum dewan tersebut. “Pengerjaannya sudah lama, persis depan rumah mewah milik anggota DPRD itu (Sappe Sinaga),” terang warga tersebut.

Sappe Sinaga saat dikonfirmasi membantah hal itu. Dia mengatakan, pengerjaan gorong-gorong depan rumahnya menggunakan dana pribadi dan bukan pakai dana aspirasi. Begitupun penimbunan di samping rumahnya hingga sampai jauh ke belakang. “Kita pun tahu undang-undangnya,” ujar politisi Partai Nasdem ini.

Terkait permintaan masyarakat untuk perbaikan Jalan Paya Sunan yang rusak, Sappe mengatakan jika sebelumnya pernah diusulkan pada 2016 lalu agar diperbaiki tahun ini. Namun usulan itu tidak dipenuhi atau dicoret lantaran anggaran tidak mencukupi.

“Kemarin sudah saya usulkan itu, realisasinya belum pasti karena anggaran kita defisit kemarin. Kadang-kadang saya merasa jadi berbohong pula ke masyarakat. Tapi kalau anggaran tidak cukup dari mana mau kita anggarkan lagi,” katanya.

Disinggung lebih memilih menggunakan dana aspirasi untuk membuka jalan baru ke lahan kosong miliknya, Sappe menilai anggaran untuk perbaikan di Jalan Paya Sunan Kecamatan Meral membutuhkan anggaran cukup besar dan harus dibangun hotmix. Sehingga atas kondisi ini ia hanya mampu membangun jalan timbunan pada lahan kosong, yang kebetulan ada lahan miliknya.

Sebelumnya, penimbunan jalan di Kecamatan Meral dinilai mubazir. Pasalnya, proyek menggunakan dana aspirasi DPRD Karimun 2016 sebesar Rp100 juta itu lokasinya jauh dari pemukiman penduduk. Penimbunan diduga untuk memudahkan pemasaran lahan kosong di kawasan tersebut.

Pantauan di lapangan, jalan ditimbun berada di samping sekolah Methodis Kecamatan Meral. Sedangkan jalan tersebut menuju hamparan tanah kosong yang luasnya mencapai puluhan hektare.

Informasi dihimpun, Sappe Sinaga selaku pengguna dana aspirasi untuk penimbunan disinyalir memiliki lahan sekitar dua hektare. Proyek dilaksanakan pada Februari 2017 lalu itu guna membuka akses ke lahan yang kini sudah di kapling-kapling dan diperjualbelikan. Sebelum ada akses jalan, tanah milik Sappe tak kunjung laku. Namun sejak jalan ditimbun barulah tanahnya mulai ada yang laku.

Sappe Sinaga membenarkan penimbunan tersebut menggunakan dana aspirasi tahun anggaran 2016 senilai Rp100 juta. Menurut dia, penimbunan untuk membuka akses ke perkebunan masyarakat di kawasan tersebut.

“Jalan yang ditimbun itu rencananya akan saya tembuskan hingga ke Kelurahan Sungai Pasir. Dengan melintasi perkebunan karet dan lainnya, termasuk kolam ikan,” ujar Sappe.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com