SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pasang Tapping Box di Restoran Pusat Perbelanjaan

  • Reporter:
  • Kamis, 20 September 2018 | 14:40
  • Dibaca : 125 kali
Pasang Tapping Box di Restoran Pusat Perbelanjaan
Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah. Foto Arazy Aditya.

LUBUKBAJA – Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan, pihaknya terus meningkatkan pendapatan daerah. Salah satunya dengan pemasangan tapping box di tempat-tempat usaha wajib pajak. Perekaman alat transaksi itu kini sudah memasuki tahap dua.

“Tahap pertama ada 50 tapping box. Sekarang di tahap kedua, dari 100 alat yang disiapkan, kami sudah pasang 20,” ujarnya, kemarin.

Terbaru, BPPRD memasang tapping box di restoran yang ada di pusat perbelanjaan. Seperti tempat makan yang ada di BCS Baloi dan Nagoya Hill Mall. Menurut dia, alat yang dipakai merupakan milik bank kerjasama kas daerah, yakni Bank Riau Kepri.

Ia berharap seluruh pelaku usaha di Batam bisa menggunakan tapping box, namun karena jumlah alat yang masih terbatas, maka dibuat skala prioritas.

“Kami nilai wajib pajak layak untuk pasang tapping box dari sisi ekonomis akan mendongkrak pendapatan daerah. Kemudian secara teknis, peralatannya juga cocok,” kata Azmansyah.

Selain itu, belum maksimalnya pemasangan tapping box juga terkendala pada spesifikasi yang tidak sinkron antara alat dengan sistem di tempat usaha. Karena itu pihaknya akan mengundang kembali pelaku usaha untuk sosialisasi.

Namun pihaknya juga mengejar target pemasangan 100 tapping box di tahap dua ini. Azman mengatakan, selain memasang alat perekam transaksi ini, pihaknya juga tetap lakukan pengawasan atau monitoring. “Jangan sampai alat sudah dipasang namun tidak digunakan pelaku usaha,” katanya.

Ia berharap dukungan pelaku usaha dan seluruh masyarakat sebagai wajib pajak untuk taat pajak. Karena pajak ini berguna untuk pembangunan Kota Batam.

Berdasarkan data di sistem informasi pendapatan daerah, pajak daerah Kota Batam tahun ini ditargetkan Rp970 miliar. Hingga saat ini sudah tercapai Rp507 miliar atau 61,54 persen target.

Dari sembilan jenis pajak daerah, hanya pajak reklame yang sudah terealisasi lebih dari 100 persen. Tiga pajak lain, pajak restoran, hiburan, dan PBB-P2 terealisasi di atas 70 persen. Selebihnya tergolong rendah, belum capai 70 persen target masing-masing jenis pajak. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com