SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pasangan Homoseksual, Kardius Sempat Merajuk Sebelum Dibunuh Kekasihnya Julianto

  • Reporter:
  • Rabu, 31 Oktober 2018 | 09:36
  • Dibaca : 82 kali
Pasangan Homoseksual, Kardius Sempat Merajuk Sebelum Dibunuh Kekasihnya Julianto
Reka ulang pembunuhan Karidus yang dilakukan pasangan gay nya, Julianto di tempat tinggal Julinato, Selasa (30/10). ft novel

BINTAN – Penyidik Unit Reskrim Polsek Bintan Timur bersama pihak Kejaksaan dari Kejari Bintan menggelar rekonstruksi (reka ulang) kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Julianto (24) terhadap pasangan gay nya, Kardius (21), Selasa (30/10). Adegan demi adengan sebelum pembunuhan di reka ulang, Kardius sempat merajuk sebelum dibunuh.

Reka ulang dilakukan di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) yaitu di rumah Julianto, Kampung Kolong Enam Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Bintan.

Reka ulang perbuatan pelaku itu dilakukan sebagai tindaklanjut proses penyidikan untuk mencocokkan keterangan tersangka yang ada di berkas acara pemeriksaan (BAP) dengan kejadian sebenarnya. Ada 12 adegan diperagakan Julianto hingga Kardius kehilangan nyawanya.

Pantauan di lokasi, adegan pertama yang dilakukan Julianto, dia terlibat cekcok dengan Kardius, saat itu Kardius membanting ponsel miliknya dan pergi meninggalkan Julianto. Kemudian dilanjutkan dengan adegan Julianto menjemput Kardius di halaman Gereja HKBP Kolong Enam.

Julianto lalu membawa Kardius ke rumahnya menggunakan sepeda motor. Namun sampai di rumah, Kardius masih tampak murung sehingga Julianto emosi.

“Saya kemudian pergi ke belakang mengambil tali sumur dan menghampiri dia (korban) yang saat itu duduk di sofa. Saya jeratkan tali di lehernya dari belakang, dia saat itu memberikan perlawanan, namun saya jerat hingga dia pingsan,” ujar Julianto, sembari memperagakan aksinya.

Mendapati Kardius pingsan, Julianto mengatakan dirinya kemudian mengangkat tubuh Kardius ke depan teras rumah. Di sana dia mengikatkan Kardius kembali ke kayu penyangga, agar seolah-olah Kardius gantung diri, lalu ditinggalkan sejenak, dirinya masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian, ia kembali ke arah teras rumah, dan menurunkan Kardius dari ikatan gantungan.

“Setelah saya turunkan, saya menggedor jendela terangga, dan bersama-sama membawanya ke rumah sakit untuk pengobatan karena masih bernafas,” imbuhnya.

Namun, setiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bintan, Kardius dinyatakan telah meninggal, hingga kemudian saksi yang turut membawa korban ke rumah sakit membuat laporan kepada pihak kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Bintan Tiimur Ipda Moh Fajri Firmansyah pasca reka ulang menyampaikan, pihaknya belum menentukan unsur pasal pembunuhan yang dilakukan Julinato apakah merupakan pembunuhan berencana atau tidak.

“Untuk penerapan pasalnya apakah itu pembunuhan berencana atau tidak, besok kita akan rilis, saat ini kita masih rekonstruksi yang pada intinya untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan kejadian sebenarnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, motif dari pelaku telah diungkap oleh penyidik di mana awal kasus pembunuhan ini ditengarai oleh percekcokan yang sering terjadi antar keduanya. Cekcok itu dilatarbelakangi rasa cemburu yang dimiliki Kardius terhadap Julinato atas hubungan sesama jenis mereka. Julinato mengaku sudah tinggal serumah dengan Kardius selama tiga pekan.

novel m sinaga

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com