SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pasar Domestik Terpenuhi, Sagu Lingga Siap Ekspor

  • Reporter:
  • Kamis, 21 Mei 2020 | 16:10
  • Dibaca : 104 kali
Pasar Domestik Terpenuhi, Sagu Lingga Siap Ekspor

KARIMUN – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tanjungbalai Karimun membidik potensi ekspor sagu dari Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau menuju negara Cina.

Potensi itu dilihat dari terjadinya surplus terhadap komoditas sagu di Kabupaten Lingga akibat adanya penurunan permintaaan pasar domestik di triwulan I tahun 2020 sebesar 50 persen.

Dalam skala ekspor, pasar Cina mampu membeli dengan harga berkisar Rp 25.000/kg, sementara harga jual pada skala domestik yang didapat dari petani hanya Rp 6.000/kg.

Oleh karena itu, Karantina Pertanian Tanjungbalai Karimun telah mengirimkan sample ekspor yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan teknis sanitari dan fitosanitari di negara tujuan.

“Semoga setelah pandemi berakhir, pihak otoritas negara Cina melihat langsung untuk menelusuri produk. Dan kami siap mengawal,”ujar kepala Stasiun Karantina Pertanian Karimun, Drh Priyadi, dalam rilis diterima Sindobatam.com, Rabu (21/5/2020).

Menurutnya, untuk kemampuan ekspor, tercatat perkebunan tanaman sagu di Kabupaten Lingga memiliki luas 3.314 hektar dengan jumlah produksi yang dihasilkan mencapai 2.608,4 ton.

“Dengan begitu, perlu dilakukan gebrakan untuk menembus pasar ekspor,” kata Priyadi.

Sementara dalam skala domestik, akselerasi permintaan terhadap komoditas sagu asal Kabupaten Lingga sempat terkoreksi pada triwulan I tahun 2020 sebanyak lebih dari 50%.

Tercatat hanya 1.264 ton dengan nilai barang sebesar Rp. 7,58 miliar sejak bulan Januari hingga April 2020. Sedangkan, pada periode yang sama tercatat 2.931 ton pengan nilai ekonomi mencapai Rp. 17,58 miliar.

“Penurunan ini bukan karena produksi, melainkan adanya kendala transportasi yang tidak beroperasi akibat pembatasan moda transportasi guna pencegahan penyebaran COVID-19,”jelasnya.

Untuk itu, kata dia, dalam kaitan ekspor nantinya juga akan sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga di tingkat petani sagu sebagai ragam baru komoditas ekspor di wilayah kerja Karantina Pertanian Karimun.

“Itu juga sejalan dengan Gerakan Tigakali Lipat Ekspor, Gratieks yang digagas oleh Menteri Pertanian RI, maka sinergisitas untuk mendorong peningkatkan ekspor dengan berbagai pihak sangat diperlukan,”katanya.

(ricky robiansyah)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com