SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pasien Adukan RSUD Tanjunguban ke DPRD

  • Reporter:
  • Jumat, 27 Oktober 2017 | 11:30
  • Dibaca : 411 kali
Pasien Adukan RSUD Tanjunguban ke DPRD
Azhar (44), pasien patah jari tangan 3 hari menunggu dokter spesialis bedah karena sedang mengikuti seminar. /M ROFIK

KUALALOBAM – Azhar (44) pasien RSUD Provinsi Kepri di Tanjunguban, yang rawat inap di Ruang 7 lantai II, mengirimkan pesan singkat kepada Ketua DPRD Bintan Nesar Ahmad, karena rawat inap sejak Selasa-Kamis (24-26/10/2017) namun tidak ada penanganan untuk operasi amputasi jari telunjuk tangan kanan yang mengalami infeksi karena putus satu ruas satu bulan lalu, akibat kecelakaan mesin kapal pompong.

Azhar menerangkan, awalnya pada hari Senin (23/10/2017) ia memeriksakan jari telunjuk tangan kanannya yang mengalami infeksi. Dokter spesialis bedah menganjurkan Azhar untuk datang lagi pada Selasa (24/10/2017) untuk dilaksanakan operasi, berupa amputasi satu ruas.

Iapun datang lagi pada Selasa, pihak rumah sakit menempatkannya di ruang rawat inap nomor 7 lantai II. Dokter spesialis bedah umum bernama Pirgok, memeriksanya, dan menyatakan, pelaksanaan operasi Azhar tidak jadi Selasa, namun mundur satu hari, menjadi Rabu. Pada hari Rabu dokter spesialis bedah tersebut datang lagi, bukannya menyampaikan persiapan operasi, malahan menyampaikan mundur lagi jadwal operasi ke hari Kamis.

“Karena mundur-mundur terus, saya mengirim pesan singkat pak Nesar (Ketua DPRD Bintan),” kata Azhar, di ruang rawat inap nomor 7 lantai II RSUD Provinsi Kepri Tanjunguban, Seri Kuala Lobam, Kamis (26/10/2017).

Selengkapnya baca KORAN SINDO BATAM

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com