SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pasokan BBM Satu Harga Terputus

  • Reporter:
  • Kamis, 22 November 2018 | 10:09
  • Dibaca : 238 kali
Pasokan BBM Satu Harga Terputus
Ilustrasi Foto sholeh ariyanto

NATUNA – Pasokan BBM satu harga di SPBU-N Kecamatan Pulau Laut, Kabupaten Natuna terputus sejak dua pekan terakhir. Akibatnya, masyarakat dan nelayan harus membeli BBM dengan harga tinggi.

SPBU-N di Pulau Laut merupakan SPBU program satu harga yang bertujuan agar masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan) bisa mendapatkan premium dan solar dengan mudah dan sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, yaitu premium Rp6.450 per liter dan solar Rp5.150 per liter.

“Faktanya, saat ini masyarakat harus membeli premium eceran Rp8.500 per liter dan solar Rp7.000 per liter,” kata Camat Pulau Laut Sudirman melalui sambungan telepon, Rabu (21/11).

Menunggu pasokan BBM ke SPBU-N Pulau Laut kembali normal, pemerintah kecamatan dan pangkalan merekomendasikan penambahan BBM untuk pangkalan Pulau Laut ke agen premium dan minyak solar (APMS) Bunguran Laut. Agar ada tambahan kuota ke Pulau Laut.

“APMS terkait menambah kuota dari 5 ton bensin menjadi 10 ton. Begitu juga dengan solar. Hal ini untuk memenuhi permintaan dan memenuhi kebutuhan nelayan,” kata Sudirman.

Kepala Bagian Migas Setdakab Natuna Faisal Firman mengatakan, penyebab terputusnya pasokan BBM satu harga di Pulau Laut akibat kapal pengangkut BBM yang biasa menyuplai terbakar di Pelabuhan Selat Lampa, beberapa waktu lalu.

“Terkait hal itu, maka Pertamina dan Pemerintah sedang mencari kapal pengganti yang lebih representatif dan tentunya lebih aman. Cuma ya itu tadi, perlu proses,” kata Faisal.

Kebijakan BBM satu harga yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 17 Oktober 2016 menyeragamkan harga jual resmi BBM jenis premium sebesar Rp6.450 per liter dan jenis solar Rp5.150 per liter di beberapa daerah pelosok Indonesia.

Kebijakan ini mengikuti pencabutan subsidi BBM dan pemberian penugasan kepada Pertamina untuk menyalurkan BBM ke daerah terpencil melalui pembangunan SPBU di tempat tersebut dan mengatur penyalurannya secara rutin melalui darat, laut, dan udara. Penugasan ini bernilai Rp800 miliar yang akan ditanggung Pertamina.

sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com