SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

PDI-P Protes, DPT Diputus Hari Ini

  • Reporter:
  • Selasa, 21 Agustus 2018 | 09:24
  • Dibaca : 375 kali
PDI-P Protes, DPT Diputus Hari Ini
Ilustrasi /teguh prihatna

BATAM – Rapat pleno penetapan daftar pemilih tetap (DPT) Kota Batam untuk Pemilu 2019, kemarin, diskors sampai hari terakhir tahapan yang jatuh hari ini. PDI-Perjuangan memprotes dan menolak angka DPT 638.170 pemilih yang ditetapkan KPU Kota Batam.

“Rapat pleno DPT dan penetapan DPSHP akhir kami tunda. Hari ini (Selasa, 21/8/2018) akan digelar kembali di Kantor KPU yang dimulai pukul 14.00,” kata Ketua KPU Kota Batam Syahrul Huda usai rapat pleno di Hotel Harmoni, Jodoh, kemarin sore.

Rapat pleno yang dimulai sejak pukul 14.00 dan ditutup pada pada pukul 18.00 itu berjalan alot. Angka DPT 638.170 pemilih diprotes PDI-Perjuangan karena jumlah pemilih di beberapa kecamatan menyusut. PDI-P menolak penghapusan pemilih yang mereka anggap jumlahnya signifikan. Penolakan juga disampaikan pengurus Partai Bulan Bintang. Bawaslu Kota Batam juga masih menemukan permasalahan dalam DPT tersebut.

DPT yang disusun KPU itu menyusut sebanyak 4.560 pemilih dari rekapitulasi daftar pemilih sementara hasil perbaikan (DPSHP). DPSHP Kota Batam yang ditetapkan 22 Juli 2018 terdapat sebanyak 642.730 pemilih dan 2.950 TPS. Selain angka DPT, jumlah TPS juga berkurang menjadi 2.923.

Sekretaris DPC PDI-P Kota Batam menyatakan Ernawaty menolak hasil pleno DPT yang disusun KPU Batam. “Inikan perbaikan akhir, kami bimbang ketika tidak masuk DPSHP akhir tentu tidak ada di DPT. Yang dirugikan peserta pemilu,” kata Ernawaty dalam rapat.

Ernawaty menyebut data PPK dengan data yang disusun KPU tidak cocok. Dia mencontohkan di Batam Kota, Sagulung, dan Bulang. Menurut data dia, Kecamatan Batam Kota ada 22 suara yang tidak sinkron, di Bulang 8 suara. “Sagulung ada beberapa suara. Ini menandakan Pantarlih kurang maksimal dalam bekerja. Jangankan 100 suara, satu suara saja kami kejar,” ujar dia.

Komisioner Bawaslu Batam Divisi Hukum Mangihut Rajagukguk mengatakan jumlah pemilih 4.560 adalah jumlah yang besar. KPU diminta melakukan perincian data yang akurat dan harus menyinkronkan data di setiap kecamatan.

“Karena berdasarkan UU No.7/2017 dan PKPU No.11/2018, tidak ada daftar pemilih tambahan. DPTB yang bisa masuk hanya pendatang baru, dan pindah tugas ke Batam. Sedangkan yang menetap di Batam tidak akan bisa masuk DPTB, hanya bisa masuk dalam DPT,” kata Mangihut.

Mangihut menjelaskan, data DPT ini harus betul-betul sinkron, karena data yang dibuang harus tahu pasti dimana menyusutnya data tersebut. “Kami hanya ingin tahu dimana penyusutannya. Jangan main hapus saja. Datu suara itu dicari orang soalnya, ini lebih dari empat ribu,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Ketua KPU Kota Batam Syahrul Huda, penyusutan pemilih terbanyak berada di Batam Kota dengan 3.780 pemilih, dari sebelumnya 98.942 pemilih di DPSHP menjadi 95.162 pemilih di DPT.

Kemudian di Lubukbaja menyusut 2.849 pemilih, dari sebelumnya 53.565 pemilih di DPSHP menjadi 50.716 pemilih di DPT. Sekupang menyusut 1.951 pemilih, Batuampar menyusut 1.360 pemilih, Seibeduk menyusut 291 pemilih, dan Belakangpadang menyusut 280 pemilih. Sementara di kecamatan lain, jumlah pemilih justru bertambah.

Di Sagulung bertambah 2.354 pemilih dari sebelumnya 116.943 pemilih di DPSHP menjadi 119.297 pemilih di DPT. Kemudian di Bengkong bertambah 2.242 pemilih, Batuaji bertambah 703 pemilih, Nongsa bertambah 429 pemilih, Galang bertambah 211 pemilih, dan Bulang bertambah 12 pemilih. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com