SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pedagang Buah Masih Tetap Berjualan, Tak Pedulikan Surat Peringatan Satpol PP

  • Reporter:
  • Rabu, 29 Agustus 2018 | 14:14
  • Dibaca : 385 kali
Pedagang Buah Masih Tetap Berjualan, Tak Pedulikan Surat Peringatan Satpol PP
Pedagang buah di pinggir Jalan Duyung, sebelah Pasar Induk Jodoh masih tetap berjualan, kemarin.

BATUAMPAR – Pedagang buah di pinggir Jalan Duyung, sebelah Pasar Induk Jodoh masih tetap berjualan meski telah diperintahkan Satpol PP Kota Batam agar segera mengosongkan lokasi mereka berjualan karena masuk dalam proyek renovasi Pasar Induk Jodoh.

Pantauan KORAN SINDO BATAM, para pedagang buah tetap berjualan seperti biasanya. Mereka beralasan tidak mendapatkan perintah dari pemilik kios yang ditempati, meskipun sudah ada ultimatum untuk pengosongan lokasi.

“Kami belum mendapatkan perintah untuk mengosongkan kios dari bos, jadi kami tetap buka,” kata Sri, salah seorang penjaga kios buah di depan Pasar Induk Jodoh, Selasa (28/8/2018).

Meskipun sudah ada imbauan dari petugas Satpol PP dan Pemko Batam, ia tidak berani menutup kios, sehingga para pedagang tetap berjualan di pinggir Jalan Duyung. “Kios ini bukan punya saya, dan saya juga hanya pekerja. Bos sedang tidak ada di sini,” ujarnya.

Pedagang buah lainnya, Rahman juga demikian, ia hanya sebagai pekerja di kios tersebut. Ia bahkan mengaku tidak mengetahui adanya pengumuman pengosongan kios yang ada di pinggir jalan tersebut. “Saya tidak tahu kalau ada perintah pengosongan para pedagang buah di depan Pasar Induk Jodoh. Lagian itu bukan masalah saya,” kata Rahman.

Seperti diketahui, pedagang di Pasar Induk Jodoh diberi waktu untuk mengeluarkan barang dagangannya sendiri hingga hari ini, Selasa (28/8). Peringatan ini juga berlaku bagi para pedagang buah di pinggir Jalan Duyung, sebelah Pasar Induk Jodoh. Peringatan ini disampaikan Pemko Batam melalui Satpol PP Kota Batam agar pedagang segera mengosongkan Pasar Induk Jodoh, dan pindah ke kios yang telah disiapkan.

“Kami sudah beri Surat Peringatan (SP) Bongkar. Termasuk pedagang buah pinggir jalan harus bongkar sendiri,” kata Kabid Trantibum Satpol PP Batam Kota Batam, Imam Tohari di Batam Centre, kemarin.

Imam mengatakan, pemerintah sudah melalui prosedur yang berlaku sebelum menerbitkan SP bongkar. Apabila surat peringatan ini tak juga diindahkan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan rapat teknis. Sebelum masuk tahap persiapan pengosongan. “Di masa pengosongan nanti kami tempatkan anggota untuk jaga, supaya mereka tidak kembali masuk ke dalam,” katanya.

Pengosongan pedagang dari pasar yang dibangun pada tahun 2004 silam dengan biaya pembangunan sebesar Rp90 miliar itu, tak lepas dari upaya Pemko Batam untuk menata Pasar Induk Jodoh sebagai pasar tradisional berpenampilan modern. Pasar Induk Jodoh sebelumnya merupakan pasar terbesar ada di Kota Batam, namun sayang pasar yang dibangun Pemprov Riau, BP Batam dan Pemko Batam kalah bersaing dengan pasar-pasar lainnya di seputaran Jodoh dan Nagoya, seperti Pasar Pujabahari dan Tos 3000.

Hal ini juga dilakukan Pemko Batam setelah menerima hibah untuk pengelolaan Pasar Induk Batam dari BP Batam, selain lima aset lainnya yang juga akan dikelola pemerintah daerah, yakni Kantor Wali Kota Batam, Masjid Raya Batam, Batam Centre, TPA Telagapunggur, Masjid Baitussyakur Jodoh dan Lapangan Sepakbola Seiharapan. romi kurniawan/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com