SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pedagang Minta Kepastian Pembangunan Pasar Induk

  • Reporter:
  • Selasa, 25 September 2018 | 17:12
  • Dibaca : 201 kali
Pedagang Minta Kepastian Pembangunan Pasar Induk
Pedagang Pasar Induk Jodoh berunjuk rasa dengan memblokir Jalan Duyung meminta kejelasan Pemko Batam terkait pembangunan Pasar Induk Jodoh, kemarin. f teguh prihatna

BATUAMPAR – Ratusan pedagang Pasar Induk Jodoh dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Batam menggelar aksi unjuk rasa di depan ruas jalan Pasar Induk Jodoh, Senin (24/9). Unjuk rasa yang dilakukan pedagang merupakan salah satu aksi penolakan pengusuran dan relokasi yang akan dilakukan Pemko Batam.

Pedagang meminta kepastian pemerintah dalam pembangunan pasar induk, dan berapa lama pedagang harus direlokasi ke tempat yang sudah disediakan di samping pasar tersebut. Pedagang yang mengelar aksi demo di ruas Jalan Duyung dari pukul 06.00 membuat arus lalu lintas sempat macet dan hanya satu jalur yang digunakan penguna jalan. “Kami mau direlokasi, tapi dengan catatan harus jelas kapan Pasar Induk ini dibangun,” kata Bidin, salah seorang pedagang.

Menurut dia, pedagang yang ada di Pasar Induk Jodoh bukan pedagang liar, karena pedagang yang ada di pasar induk adalah pedagang yang sah. “Pasar induk merupakan konsep pemerintah, dan harus dilihat bahwa kegagalan pasar induk bukan dari pedagang tapi pemerintah,” ujarnya.

Ia mengatakan, tempat relokasi yang disediakan Pemko Batam tidak layak ditempati, karena kios dan bangunannya tidak seperti yang dijanjikan. “Lihatlah kios di tempat relokasi itu, cuma tembok saja. Pintu dan plafonnya saja tidak ada. Lagian sewa kios terlalu memberatkan pedagang, harga sewa kios satu bulan Rp1 juta,” katanya.

Senada disampaikan Ketua APKLI Batam Israel Ginting. Ia mengatakan, jika bicara hukum, pedagang salah. Tapi harus lihat kronologis dan sejarahnya pasar induk, maka pedaganglah yang membuat pasar induk ini berdiri.

“Kami hanya meminta kepada pemerintah, kapan pasar ini dibangun. Jangan sampai kami digusur, tapi pasar tetap seperti ini,” kata Ginting.

Ia berharap kepada pemerintah agar lebih memperhatikan para pedagang sebelum melakukan pengusuran, karena pedagang yang ada di pasar induk adalah pedagang yang sah.

“Kami tidak mau digusur sebelum ada kejelasan kapan pasar induk ini dibangun,” ujarnya.

Aksi unjuk rasa para pedagang reda setelah mendapatkan kepastian dari Kapolsek Lubul Baja Kompol Yunita Stevani bahwasanya kegiatan pengusuran ditunda.

“Saya mendapat perintah dari Kapolres bahwa kegiatan ini ditunda. Hal itu dilakukan sebagai pertimbangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti bentrok,” katanya.

Yunita menambahkan, kegiatan ini ditakutkan akan dipolitisir oleh oknum yang ingin memperkeruh suasana. “Untuk lebih lanjut, tim terpadu akan menjelaskan mengenai pengusuran ini. Kami meminta warga menjalankan aktivitas seperti biasanya,” ujarnya. romi kurniawan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com