SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pedagang Ungkap Soal Setoran, Perusda Natuna Disorot

Pedagang Ungkap Soal Setoran, Perusda Natuna Disorot
Ketua DPRD Yusripandi dan sejumlah anggota DPRD Natuna lainnya menanyai pedagang sayuran di Pasar Ranai, kemarin. Pedagang mengungkap adanya setoran di luar iuran yang ditagih Perusda. SHOLEH ARIYANTO

NATUNA – Perusahaan Daerah (Perusda) Natuna tengah disorot setelah pedagang Pasar Ranai mengungkap mereka harus menyetor uang di luar iuran wajib.

Pedagang mempersoalkan pungutan itu kepada DPRD Natuna yang menggelar dialog di Pasar Ranai, kemarin.

Ketua DPRD Natuna Yusripandi mengatakan pedagang keberatan dengan pungutan tersebut terlebih iuran wajib sudah kelewat mahal.

Meski baru sebatas dialog, DPRD akan menelusuri lebih jauh pungutan tersebut apakah tergolong praktik pungutan liat atau bukan.

Pedagang Pasar Ranai juga keberatan dengan tarif sewa lapak yang ditetapkan Perusda.

“Informasinya pengelola masih memungut biaya lain dari pedagang selain iuran. Dalam waktu dekat kami panggil Perusda,” ujar Yusripandi usai dialog, kemarin.

Jika terbukti ada pungutan di luar dari kesepakatan antara kedua belah pihak, Yusripandi menegaskan akan mendesak Pemkab Natuna mengambil sikap.

Sementara Kepala bagian perdagangan Perusda Natuna, Ridwan membantah tudingan pedagang. Dia mengatakan biaya yang dibebankan Perusda kepada pedagang hanya sebatas sewa lapak saja, karena biaya- biaya lainya sudah sudah termasuk dalam biaya sewa pembayaran lapak itu.

“Serupiahpun Perusda tidak menarik pungutan selain sewa lapak. Kalau ada pungutan lain, saya pastikan ulah oknum yang tidak ada sangkut pautnya dengan Perusda,” papar dia.

Ridwan menyatakan siap mempertanggungjawabkan hasil pungutan wajib kepada pemerintah. “Saya siap dipanggil siapapun untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan pasar,” sambung dia.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com