SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pegawai Dinas Perikanan Batam Kena OTT Terkait BBM Nelayan

  • Reporter:
  • Rabu, 28 Agustus 2019 | 10:04
  • Dibaca : 144 kali
Pegawai Dinas Perikanan Batam Kena OTT Terkait BBM Nelayan
ilustrasi

BATAM – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar mengamankan tujuh orang dari Operasi Tangkap Tangan di kantor Dinas Perikanan Kota Batam Selasa (27/8) sore. Bersama para pegawai Dinas Perikanan Batam, polisi ikut mengamankan sejumlah uang senilai SGD500 atau setara Rp5.135.800.

Selain tujuh pegawai itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Husnaini juga terlihat ikut dibawa ke Polresta Barelang. Ia duduk di ruang pemeriksaan Satreskrim Polresta Barelang bersama sejumlah anak buahnya.

“Terkait perizinan BBM untuk nelayan,” ujar Ketua Tim Saber Pungli Polresta Barelang AKBP Mudji Supriadi tadi malam.

Pungutan liar ini terkait penerbitan surat rekomendasi BBM untuk nelayan, kapal pompong untuk sarana transportasi ke pulau-pulau di wilayah Kota Batam. Surat itu sesuai aturan tidak dipungut biaya.

Berdasarkan kronologis yang disampaikan Irwasda Polda Kepri yang juga Ketua Tim Saber Pungli Polda Kepri Kombes Pol Purwolelono, personel Sat Reskrim Polresta Barelang yang dipimpin AKP Andri Kurniawan menangkap satu orang terduga pelaku pungutan liar di Cafe Excelso Pom Bensin Tiban Centre sekitar pukul 16.00, kemarin. Punglinya soal pengurusan surat pembelian minyak bersubsidi untuk nelayan di Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Batam. Pelaku yang ditangkap bernama Asriasi yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Saat ini terus dilakukan pengembangan penyidikan,” ujarnya.

AKBP Mudji yang juga Wakapolres Barelang, Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan dan sejumlah personel polisi tampak berada di kantor Dinas Perikanan Batam di Sekupang dari kemarin sore hingga malam.

Dari operasi tangkap tangan, Mudji menyatakan mengamankan satu orang yang tak lama setelah penangkapan menjadi tersangka. Petugas juga menggeledah kantor Dinas Perikanan dan memasang garis polisi di pintu masuk ruang Unit Pelaksana Tekni Daerah (UPTD) Pelayanan Bidang Perikanan Kantor Dinas Perikanan Kota Batam.

Dari pengembangan, ada enam orang lain yang dimintai keterangan. Semuanya tiba di kantor Polresta Barelang sekitar pukul 19.30 untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Di Mapolresta, tampak juga Kepala Dinas Perikanan Kota Batam Husnaini yang dibawa ke dalam salah satu ruangan Tipikor Polresta Barelang. Enam orang berstatus saksi. “Ada tujuh orang yang dibawa ke Mapolresta Barelang,” sambung Mudji.

Mudji mengungkapkan, polisi mengamankan barang bukti berupa uang senilai SGD500 dolar atau setara Rp5.135.800. Bukti lain yakni beberapa dokumen surat rekomendasi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk nelayan. “Masih pendalaman dari penyidik, uang yang diamankan 500 dollar Singapura dan surat surat terkait itu,” ujar dia.

Sesuai aturan, pembelian BBM untuk nelayan membutuhkan rekomendasi dari Dinas Perikanan. Nelayan wajib menunjukkan surat rekomendasi tersebut ke SPBN untuk bisa membeli solar. Surat rekomendasi itu tak dipungut biaya alias gratis.

dicky sigit rakasiwi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com