SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pejantan Mau Disulap Jadi Kawasan Wisata Terpadu

  • Reporter:
  • Kamis, 30 Maret 2017 | 11:22
  • Dibaca : 505 kali
Pejantan Mau Disulap Jadi Kawasan Wisata Terpadu
Sejumlah anak wisatawan manca negara bermain pasir di Pantai Lagoi saat ajang Tour de Bintan, Minggu (5/3) lalu. Kunjungan turis asing terus meningkat seiring makin banyaknya event internasional digelar di Bintan. Foto Joko Sulistyo.

BINTAN – Pemerintah Kabupaten Bintan akan menjadikan Pulau Pejantan, Desa Mentebung, Kecamatan Tambelan, sebagai kawasan pariwisata terpadu, bukan kawasan konservasi. Berdasar kajian dan penelitian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta lembaga riset dari Jepang, pulau tersebut cocok dijadikan pusat kajian ilmiah.

Hasil riset kedua lembaga tersebut, menemukan ada ratusan spesies baru, baik flora maupun fauna yang belum teridentifikasi di Pulau Pejantan. Di pulau seluas 927,34 hektare itu, tim menemukan tupai yang memiliki bulu tiga warna, dan biawak dengan corak berbeda. Tim peneliti juga menemukan pepohonan di atas batu granit, dan aliran air di bawah batu granit, ekosistem hutan mangrove, hutan pantai, hutan hujan dataran rendah, ekosistem goa batu granit, dan ekosistem terumbu karang.

“Kami akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan pusat untuk menjadikan Pulau Pejantan sebagai kawasan wisata terpadu,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan Daerah (BP4) Bintan Wan Rudi Iskandar di kantornya, Bandar Seri Bentan, Rabu (28/3).

Rudi mengatakan, status pulau tersebut dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Bintan yang diajukan ke Pemprov Kepri, masuk dalam kawasan permukiman, untuk tempat tinggal warga, dan pertanian. Melihat hasil penelitian terhadap Pulau Pejantan, Pemkab Bintan akan mengusulkan perubahan RTRW.

Jika peruntukan Pulau Pejantan sebagai kawasan wisata terpadu disetujui Pemprov Kepri, lanjut Rudi, maka jenis pariwisata yang digagas sesuai arahan KLHK di antaranya, kawasan wisata alam, wisata selam (diving), wisata goa dan panjat dinding (rock climbing), wisata susur hutan (jungle tracking), dan pelepasan tukik untuk konservasi satwa penyu.

“Kawasan pariwisata yang kita maksud, dengan tetap menjaga kelestarian ekosistem dan kekayaan keanekaragaman hayati,” tegasnya.

Rudi mengatakan, 12 kepala keluarga (KK) yang mendiami Pulau Pejantan menolak pulau tersebut dijadikan kawasan konservasi. Mereka ingin tetap dapat memanfaatkan lahan di pulau tersebut sebagai tempat tinggal, dan berladang atau berkebun. Selama ini, pulau tersebut juga dimanfaatkan Dirjen Perhubungan Laut untuk lokasi penempatan mercusuar navigasi.

“Kalau dijadikan kawasan konservasi, mereka khawatir dipindahkan dari pulau itu, tidak bisa lagi memanfaatkan lahan di sana,” kata dia.

Menurut Rudi, kekhawatiran warga setempat cukup wajar. Pasalnya, pulau tersebut sebelumnya berstatus kawasan lindung atau hutan lindung. Namun, karena diprotes warga, statusnya beralih menjadi kawasan permukiman.

“Kalau statusnya hutan lindung, mereka tidak boleh tinggal di sana,” ujarnya.

Untuk menunjang Pulau Pejantan menjadi kawasan wisata terpadu, lanjut Rudi, Pemkab Bintan akan mendorong pembangunan Bandara Tambelan, yang saat ini dalam pengerjaan oleh Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan. Bandara ini akan mempermudah akses masyarakat dan wisatawan ke Tambelan melalui jalur udara. Jika menggunakan jalur laut, dibutuhkan waktu 12 jam dari Kijang dan 23 jam dari Kota Tanjungpinang.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bintan Afrizal Bahar mengaku belum mendapat informasi resmi dari KLHK.

“Kami akan rapatkan dengan Pak Bupati dan OPD lain untuk menentukan langkah selanjutnya terkait Pulau Pejantan ini,” katanya.

DLH juga akan berkordinasi dengan KLHK. Ia ingin kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati di Pulau Pejantan tetap terjaga, namun penduduk setempat juga sejahtera.

Sebelumnya, Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyatakan setuju dan mendukung penuh apabila Pulau Pejantan menjadi destinasi wisata baru di Kepri.

“Mudah-mudahan hasil penelitian itu membawa manfaat bagi masyarakat Kepri,” katanya.

Menurut Nurdin, saat ini sudah jarang ditemukan wilayah atau pulau yang memiliki lingkungan yang terjaga dan memiliki berbagai spesies baru yang dikenal. Ia berjanji, pemerintah daerah akan menjaga dan merawat Pulau Penjantan agar tetap lestari, dan tidak dirusak tangan-tangan jahil.

“Kami akan lihat dan tanya kepada KLHk, apakah pulau itu nantinya juga bisa dijadikan destinasi wisata alam. Apakah tidak menyalahi aturan, dan menggangu proses penelitian atau semacamnya,” kata dia.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com