SINDOBatam

Terbaru Spirit+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pekerja PT KDH Mengadu ke Disnaker Karimun, Ancam Jual Aset Perusahaan

  • Reporter:
  • Selasa, 27 Agustus 2019 | 09:39
  • Dibaca : 95 kali
Pekerja PT KDH Mengadu ke Disnaker Karimun, Ancam Jual Aset Perusahaan
Perwakilan Karyawan PT KDH saat menyampaikan persoalan kepada Azmi Yuliansyah Dinas Tenaga Kerja dan Perindutrian (Disnakerin) Kabupaten Karimun

KARIMUN – Puluhan pekerja PT Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH) mengadu ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karimun, Senin (26/8). Mereka ingin pemerintah ikut mendampingi untuk menyelesaikan persoalan mereka.

Adapun sejak setahun lalu saat perusahaan tersebut diisukan bangkrut dan adanya putusan Pengadilan Niaga Medan para pekerja seolah berjuang sendiri untuk mendapatkan haknya. Di tengah perjuangan hak mereka, perusahaan justru melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak kepada 25 pekerja melalui Surat Keputusan No 001/PHK/PT.KDH/II/2019 tanpa melakukan pembayaran hak para pekerja.

Raja Ibrahim, perwakilan pekerja, mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan ini. Dikatakan, sekitar 156 pekerja masih menunggu kepastian nasib hak mereka.

“Ini sudah hampir setahun. Siapa lagi yang peduli dengan kami, dan kepada siapa kami mengadu,” kata Ibrahim saat menemui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindutrian (Disnakerin)Kabupaten Karimun Azmi Yuliansyah dan Aggota DPRD Kabupaten Karimun Anwar Abubakar di ruang tunggu DPRD Karimun, Senin (26/8).

Dia juga merasa cukup miris dengan minimnya pendampingan dari pihak pemerintah daerah dalam persolan yang mereka hadapi. Menurut Ibrahim, keluarga besar pekerja PT KDH seolah ditimpa malapetaka yang cukup besar, dimana hingga saat ini para anak-anak pekerja menjadi korban bahkan tidak sedikit diantara mereka menjadi korban perceraian

“Yang berceraipun ada pak. Jadi tolonglah bantu selesaikan persoalan kami ini,” katanya.

Ibrahim menambahkan, persoalan ini juga telah diadukan ke pihak kepolisian namun mereka menyarankan agar melakukan komunikasi kepada pihak Dinas Tenaga Kerja yang lebih berkompeten dalam menyelesaikan persolan tersebut. Dia juga mengaku mendapat persolan baru, di mana ada karyawan yang ingin mencairkan dana BPJS namun pihaknya mengalami kendala karena belum mendapat surat keterangan dari dinas tenaga kerja.

Sementara itu, Azmi mengatakan akan membantu persoalan pencairan BPJS tersebut, dia menyarankan agar pekerja datang ke kantornya. “Nanti kita langsung di kantor saja ya, dan tolong nama-namanya,” katanya.

Ancam Jual Aset

Jika persoalan ini tak kunjung selesai, para kereja di perusahaan yang berlokasi di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat itu akan menguasai aset perusahaan yang masih tersisa. “Kalau tidak diindahkan juga, kami akan menduduki seluruh aset perusahaan dan kami akan menjualnya,” kata Ibrahim.

Ia mengatakan, puluhan pekerja sudah merasa jenuh menghadapi persoalan yang tidak kunjung selesai. Mereka juga melihat perusahaan tersebut tidak melakukan operasional namun bahan yang dulunya masih ada dikabarkan sudah berkurang.

“Kenapa mereka (manajemen) bisa menjual bahan-bahan yang di sana. Kalau memang begitu, biar kami menjual sendiri karena hak kami masih ada di sana,” ujarnya.

ernis hutabarat

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com