SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pekerja PT MOS Alami Laka Kerja

  • Reporter:
  • Selasa, 14 Mei 2019 | 09:39
  • Dibaca : 76 kali
Pekerja PT MOS Alami Laka Kerja
Pekerja PT MOS terjatuh saat melakukan pekerjaan di ketinggian tanpa dilengkapi alat keamanan, Senin (15/5). ft ist

KARIMUN – Lagi-lagi kecelakaan kerja terjadi di PT Multi Ocean Shipyard (MOS) Karimun. Seorang pekerja scaffolding di perusahaan galangan kapal itu terjatuh saat melakukan pekerjaannya di sebuah kapal berbendera Indonesia, Senin (13/5).

Pekerja tersebut tak dilengkapi body harness saat bekerja di ketinggian. Body harness atau sabuk pengaman yang dipasang pada tubuh sehingga saat penggunanya terjatuh, ida akan tergantung pada body harness yang terikat pada bagian alat berat.

Berdasarkan data yang dihimpun KORAN SINDO BATAM, laka kerja terjadi sekira pukul 11.45 . Saat itu, korban yang diketahui bernama Lukman (24)sedang melakukan pekerjaannya dan terjatuh hingga harus dilarikan ke RSUD Muhammad Sani.

“Kejadian sekitar 11.45 tadi, ia terjatuh saat bekerja di atas Kapal Soemantri Brodjonegoro, salah satu proyek pembuatan Kapal di PT MOS,” kata seorang sumber yang enggan namanya disebutkan, Senin (13/5).

Kecelakaan kerja ini merupakan kedua kalinya terjadi dalam kurun waktu satu bulan. Sebelumnya dua pekerja PT MOS mengalami luka bakar serius akibat terbakarnya komponen kapal saat pengerjaan pengelasan di salah satu proyek kapal di perusahaan tersebut.

Manajemen PT MOS Karimun mengatakan, kecelakaan yang terjadi kali ini hanyalah kecelakaan kecil. Dari keterangan pihak perusahaan, pekerja hanya terpeleset dan terjatuh saat melakukan pekerjaannya.

“Hanya terpeleset saja, sudah kita bawa ke rumah sakit dan sudah pulang ke rumah,” kata Human Research and Development PT MOS Karimun Nasrul, Senin (13/5).

Kecelakaan kerja yang terjadi itu, diduga disebabkan kurangnya peralatan safety terhadap pekerjanya. Saat ditanyakan perihal itu, Nasrul mengatakan, para pekerja telah menggunakan kelengkapan kerja yang seharusnya. Ia meminta kepada pengguna media sosial dan media agar tidak membesarkan persoalan yang terjadi.

“Kecelakaan itu hanya kecelakaan kecil saja, hanya tergelincir 1,5 meter, tapi beritanya terlalu heboh. Tolong kepada kawan media agar didalami lagi berita yang diterima, tidak diterima bulat-bulat dari media sosial, apalagi Facebook,” Kata Nasrul.

Sementara itu, pihak kepolisian menyebut akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan tersebut. Polisi juga meminta kerja sama dan menjalankan pekerjaan dengan prosedur yang sesuai aturan.

“Ya kerja sama yang baik saja dari pihak PT. Karena satu perkara sedang kami tangani belum selesai, sudah ada kejadian lagi. Memang kecelakaan siapapun tidak menghendaki,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara.

Lulik mengatakan, pekerja tersebut terjatuh saat sedang mengunci scaffolding di area cargo tangki tanpa menggunakan body harness. Akibat kecelakaan itu korban mengalami luka robek di bagian telapak tangan kiri dan diperkirakan jatuh dari ketinggian 2 meter.

ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com