SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pelaku Ditangkap setelah Diiming-imingi Hadiah

Pelaku Ditangkap setelah Diiming-imingi Hadiah
Nurdiana menggendong bayinya. / TOMMY PURNIAWAN

Polresta Barelang menangkap pasangan suami istri, Yuli (41) dan Engkos (32) yang diduga menculik anak ketiga Nurdiana, Minggu (20/8). Keduanya diringkus di Bogor, usai diiming-imingi akan diberi hadiah.

TOMMY PURNIAWAN-M ILHAM
Batam

Suasana pintu kedatangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Senin (21/8) sore, tampak berbeda. Terlihat sejumlah polisi berdiri di sana, di antaranya Wakapolresta Barelang AKBP Mudji, Kasat Reskrim Kompol Agung Gima Sunarya, dan Kanit Jatanras Iptu Afuza Edmond. Di antara mereka, ada seorang perempuan berkaus merah, yang berdiri tegang seperti menunggu sesuatu.

Wanita itu sesekali meremas tangannya. Begitu melihat ada rombongan polisi datang dari dalam bandara, wajahnya berubah. Tangannya bergerak-gerak, tak tahan hendak memeluk bayi berumur sebulan yang berada di gendongan polisi wanita yang ada di depannya.

Dia adalah Nurdiana. Ia hadir bersama para perwira di Polresta Barelang menunggu kedatangan anaknya yang dijemput tim Satreskrim Polresta Barelang dari Bogor. AKBP Mudji yang tahu kegelisahan Nurdiana, langsung mengambil anak tersebut dan menyerahkannya kepada wanita tersebut. Wajah Nurdiana senang bercampur sedih, lalu menuju ruang VIP untuk memberikan air susu ibu (ASI).

Wakapolresta Barelang itu mengatakan, pihaknya menerima laporan Nurdiana soal penculikan anak pada Rabu (16/8) sore di Polsek Batam Kota. Pihak Polsek lalu berkoordinasi dengan Jatanras Polresta Barelang untuk mengembangkan kasus penculikan anak ini.

“Dalam laporannya anak korban hilang di depan Perumahan Marcelia dan dibawa pelaku ke Jakarta,” kata Mudji.

Dia menambahkan, sesampainya di Jakarta, pelaku membawa anak itu ke Bogor. Namun, untuk mengetahui motif dan modus pelaku, kepolisian masih akan mendalami lagi kasus tersebut.

“Besok (hari ini) kami akan ekspos kasus ini. Sekarang masih mau kami dalami keterangan pelaku,” ujarnya.

Sementara itu Yuli, tersangka penculikan, mengaku belum punya anak sejak empat tahun menikah dengan Engkos. Ia kemudian mendapat kabar awal Agustus lalu bahwa Nurdiana telah melahirkan anak ketiganya, namun tak sanggup membesarkan anak karena terkendala biaya sejak berpisah dengan suaminya.

“Ambilah anak aku, saya sudah cerai dengan suami,” kata Yuli menirukan tawaran Nurdiana.

Mendapat tawaran tersebut, Yuli lalu berangkat dari Cileungsi, Bogor menuju Batam, Selasa (15/8). Tiba di Batam, ia tidak langsung bertemu Nurdiana dengan alasan anaknya sakit dan hujan sedang lebat.

Besoknya, Rabu (16/8) pagi, Yuli membuat janji ketemu Nurdiana di depan Ramayana, Jodoh. Keduanya lalu makan mie ayam. Saat mau makan, Nurdiana menyerahkan anaknya untuk digendong Yuli.

“Saat mau saya gendong, saya sedih, karena saya susah mendapat anak, tapi kok ada orang yang mau memberikan anaknya,” kata Yuli dalam hati.

Setelah makan, Yuli mengajak Nurdiana menemui kerabatnya di Perumahan Orchard Sweet. Sesampainya di rumah kerabatnya, Nurdiana merasa tak enak hati, lalu Yuli memberikan uang Rp500 ribu.

“Saya kasih uang itu agar dia (Nurdiana) membeli susu, pampers, dan kebutuhan lain untuk anaknya,” ujarnya.

Setelah bertamu di rumah kerabatnya, Yuli kembali mengajak Nurdiana bertemu di Ramayana, Jodoh. Tapi di tempat itu ia tak menemukan Nurdiana. Begitu dihubungi lagi, Nurdiana mengajak bertemu di depan Perumahan Marcelia, Batam Centre.

“Saat sampai depan Perumahan Marcelia, handphone Nurdiana tak bisa dihubungi lagi,” ujarnya.

Karena bingung menghubungi Nurdiana, ia membawa anak itu kembali ke Jodoh dengan tujuan membeli tiket. Namun, saat menanyakan di salah satu penjualan tiket, tiket pesawat tujuan Jakarta sudah penuh. Akhirnya ia memilih membeli tiket KM Kelud tujuan Jakarta.

“Saat itu ada tiket kapal, karena saya bingung mau kemana membawa anak itu ke Jakarta,” akunya.

Saat kapal mau berangkat, Yuli mengaku berusaha menghubungi Nurdiana, tetapi tak membuahkan hasil. Ia kemudian membawa anak tersebut ke Jakarta.

Sesampainya di Jakarta pada Kamis malam sekitar pukul 23.00, ia berusaha menelpon Nurdiana kembali, tetapi handphonenya tak aktif. “Jumat pagi akhirnya saya bawa anak itu ke rumah dan rencananya mau saya rawat, tidak saya jual,” ujarnya.

Pada hari Minggu, kata Yuli, ia mendapatkan pesan singkat dari nomor tak dikenal yang menyebutkan bahwa dirinya mendapatkan hadiah dan meminta alamat rumah. Tanpa rasa curiga, ia membalas pesan singkat tersebut dan tak lama kemudian beberapa anggota polisi mendatangi rumahnya.

“Saat balas pesan itu saya sudah curiga, tetapi saya tak ada niat melarikan diri saat mau ditangkap,” katanya.

Mengetahui akan dipenjarakan di Batam, Yuli terlihat menangis dan menolak untuk ditahan akibat perbuatannya. Lalu ia memohon kepada Kasat Reskrim untuk tidak ditahan.

“Tolonglah pak, jangan penjarakan saya,” ujarnya memelas.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com