SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pelindo II Tata Area Terminal Peti Kemas

  • Reporter:
  • Jumat, 21 Februari 2020 | 15:01
  • Dibaca : 113 kali
Pelindo II Tata Area Terminal Peti Kemas
Area terminal peti kemas di Pelabuhan Batuampar, Kamis (20/2). Pelindo II menargetkan pengembangan tahap awal Pelabuhan Batuampar selesai September mendatang. f arrazy aditya

BATUAMPAR – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) bersama mitranya dalam konsorsium menargetkan pembangunan di Batuampar mulai Maret dan selesai September mendatang. Fasilitas pembangunan yang akan dibangun Pelindo II atau Indonesia Port Corporation (IPC) di Batuampar mulai kapasitas bongkar muat, gate system hingga Marine Operating System (MOS).

Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya mengungkapkan, tindak lanjut rencana pengembangan Pelabuhan Batuampar dimaksudkan untuk optimalisasi pengelolaan dan operasional Pelabuhan BatuAmpar sebagai pelabuhan utama dalam bongkar muat di Batam.

“Untuk tahap awal, pengembangan dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur serta fasilitas kepelabuhanan, terutama di sisi utara pelabuhan, yang akan dimulai pada Maret nanti” ujarnya di Batam Centre, Kamis (20/2).

Menurut Elvyn, pengembangan tahap awal Pelabuhan Batuampar ditargetkan selesai September 2020, dengan kapasitas bongkar muat meningkat menjadi 600.000 TEUs (twenty foot equivalent unit-satuan terkecil ukuran peti kemas) dalam setahun. Sistem operasi pelabuhan juga distandarisasi sebagaimana pelabuhan-pelabuhan yang dikelola IPC.

“Ke depan, Pelabuhan Batuampar akan menerapkan gate system. Alur keluar masuk truk kontainer bisa lebih cepat dan teratur. Area terminal peti kemas yang merupakan area terbatas (restricted area) menjadi lebih steril dan aman,” katanya.

Di sisi laut pelabuhan, lanjutnya, IPC akan menerapkan aplikasi MOS (Marine Operating System), yang merupakan aplikasi digital pelayanan kapal pandu dan kapal tunda agar efisien. Kemudian di area terminal bongkar muat, Pelabuhan Batuampar akan dilengkapi Terminal Operating System.

“Ini yang juga berbasis digital untuk mempercepat proses bongkar muat peti kemas dari kapal ke area penumpukan peti kemas maupun sebaliknya,” tegasnya.

Sebelumnya, 7 Januari 2020 IPC dan BP Batam telah menandatangani perjanjian awal (head of agreement) tentang Penyiapan Kerja Sama Pengoperasian dan Pengembangan Pelabuhan Batuampar Beserta Area Pendukungnya.

Menurut Elvyn, Pelabuhan Batuampar sangat potensial dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan industri dan menciptakan pasar baru. Mengingat posisinya yang strategis di Selat Malaka. Dengan pengelolaan pelabuhan yang berstandar international diharapkan dapat meningkatkan daya saing pelabuhan Batu Ampar.

“Hal ini tentunya akan membawa dampak positif untuk kemajuan perekonomian di Batam dan sekitarnya,” jelasnya.

Ia menilai sudah saatnya kapal kontainer ukuran besar yang banyak melintasi Selat Malaka bisa berlabuh di Pelabuhan Batuampar.

“Untuk memfasilitasi kapal besar itu, salah satu infrastruktur yang akan dikembangkan adalah kolam dermaga, yang akan diperdalam sehingga draft-nya seragam menjadi 12 meter di bawah permukaan laut,” jelasnya.

Area penumpukan kontainer juga akan diperluas, dari yang ada sekarang 2 hektare menjadi 12 hektare. Di sisi operasi, kinerja bongkar muat peti kemas akan ditingkatkan dari rata-rata 5 boks kontainer per jam menjadi minimum 20 boks kontainer per jam. “Peningkatan kapasitas container handling ini sangat penting agar pelayanan bongkar muat lebih cepat, lebih mudah dan efisien,” ujarnya. iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com