SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pelni Tak Layani Tiket Non Seat

  • Reporter:
  • Sabtu, 11 Mei 2019 | 16:18
  • Dibaca : 292 kali
Pelni Tak Layani Tiket Non Seat
Ilustrasi Foto Teguh Prihatna.

SEKUPANG – Tingginya harga tiket pesawat jelang Lebaran berimbas kepada tingginya antusias masyarakat beralih ke moda transportasi laut. Terbukti hingga saat ini penjualan tiket Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) sudah terjual hingga 70 persen. Namun Pelni Cabang Batam mewanti-wanti ledakan penumpang KM Kelud dengan cara menghapus penjualan tiket non seat dan dispensasi penumpang jelang mudik Lebaran Hari Raya Idul Fitri.

Kepala Operasional Pelni Batam, Dicky Dermawandi menjelaskan, penghapusan tiket non seat dan dispensasi ini bertujuan untuk kenyamanan dan keamanan selama pelayaran berlangsung. Apalagi jelang Lebaran saat ini permintaan tiket terus meningkat.

“Untuk itu jumlah penumpang yang akan diberangkatkan juga harus dibatasi sesuai dengan kemampuan armada,” ujarnya, Jumat (10/5)

Dicky mencotohkan, dari bulan Januari kemarin hingga saat ini terus meningkat. Yang paling tinggi lonjakan antara Belawan dan Jakarta, yang biasa ke Belawan 700 penumpang, setelah mengalami lonjakan menjadi 1.400-1.500 penumpang. Begitu juga ke tujuan Jakarta yang biasanya 300 kini sampai 700 penumpang.

“Jadi terbilang sangat meningkat, apalagi di momen jelang mudik Lebaran saat ini,” katanya.

Dicky menjelaskan, setelah penghapusan untuk satu kali keberangkatan kapal akan mengangkut penumpang sesuai kapasitas seat dan tempat tidur di atas kapal.

Agar penumpang tetap terangkut Pelni juga menambah frekuensi keberangkatan. Tidak hanya itu, Pelni juga menyediakan kapal bantuan KM Dorolonda untuk mengangkut penumpang. Sehingga tiket yang tersedia sesuai dengan kursi dan kamar yang tersedia. “Nanti penumpang bisa memilih mau yang ekonomi atau kelas,” ujarnya.

Untuk kapasitas KM Kelud saat ini sebanyak 2.607 penumpang. Sebelumnya, KM Kelud mengangkut penumpang mencapai tiga ribu lebih setelah ditambah dengan dispensasi.

“Setelah dihapus dispensasi sekarang sudah sesuai seat kapal dengan kapasitas 2.607 penumpang,” katanya. agung dedi lazuardi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com