SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pelosok Kepri Tak Siap Hadapi Arus Mudik

Pelosok Kepri Tak Siap Hadapi Arus Mudik
Feri rute Pancur-Senayang-Pinang melintas di perairan Senayang belum lama ini. Penumpang asal Pancur mengeluhkan kapal yang tidak muat lagi mengangkut penumpang. JAMARIKEN TAMBUNAN

ANAMBAS – Calon pemudik di Anambas dan Lingga mulai khawatir tidak bisa pulang kampung musim mudik Lebaran tahun ini. Kondisi penanganan mudik dirasa belum berubah dari tahun lalu, tiket ludes, armada tak layak dan penumpang terlantar.

Masalah transportasi kembali menjadi keluhan masyarakat Anambas yang akan mudik. Pasalnya, penyedia jasa transportasi rute Tanjungpinang – Anambas, tidak mampu mengakomodir jumlah calon penumpang yang mulai membludak.

Rosindah, misalnya, harus kecewa pada akhirnya tidak kebagian tiket karena di menit-menit terakhir tiket tiba-tiba habis sampai dua hari ke depan. Padahal warga Palmatak, Anambas, itu sudah mengantre sejak subuh, kemarin.

“Saya kecewa dengan agen tiket feri di Tarempa. Mereka membuat jadwal pemesanan tiket sesuka hati, calon penumpang jadi terlantar,” ungkap Rosindah di Tarempa, kemarin.

Persoalan tiket feri ini telah sampai ke telinga Wakil Bupati Anambas Wan Zuhendra. Wan memanggil perwakilan agen tiket kemudian meminta penjualan dibuka sampai 24 Juni mendatang.

“Agen jangan manfaatkan kesempatan dengan naikkan harga. Jual pakai tarif biasa,” ujar Wan menanggapi persoalan tiket feri.

Hanya saja, Wan tidak bisa menjamin penyedia feri bisa menambah jadwal berlayar rute Tanjungpinang-Anambas karena melihat ketersediaan armada dan membludaknya penumpang.

Namun Wan mengimbau warga Anambas yang hendak mudik bisa memanfaatkan moda transportasi udara di Bandara Matak dan Bandrara Letung agar membantu mengurangi penumpang mudik yang membludak.

Lingga Butuh Kapal Besar
Di Lingga, warga Pancur, Kecamatan Lingga Utara, meminta pemerintah memperhatikan sarana transportasi laut yang melayani rute Pancur – Senayang – Tanjungpinang.

Kapal yang biasa melayani rute Pancur – Senayang – Tanjungpinang dianggap warga setempat mulai tidak layak.

“Dari dulu kami di Pancur dan Senayang ini, seperti terisolir. Padahal penumpang dari Pancur dan Senayang cukup banyak, tapi setiap Lebaran tidak pernah dapat tambahan armada,” Kata Zuriadin, warga Pancur, kemarin.

Zuriadin mengaku kondisi tersebut sudah bertahun-tahun dialami masyarakat setempat. Pasalnya, armada yang selama ini melayani rute Pancur itu sudah selayaknya diganti yang baru atau lebih besar.

“AC-nya tak hidup, kapasitas kursi yang seharusnya diisi dua orang tapi dipaksakan jadi tiga orang, bahkan ada yang berdiri,” kata Zuriadin.

Ia berharap agar pemerintah melakukan pembenahan di Dermaga Pancur dan Senayang, serta armada di dua wilayah tersebut.

Saat ini masyarakat senayang dan pancur yang ada di perantauan sudah mulai mudik, transportasi yang ada saat ini tidak cukup menampung pemudik.

jhon munthe/jamariken tambunan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com