SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Peluang Siswa Perbatasan Kerja di Bea Cukai

Peluang Siswa Perbatasan Kerja di Bea Cukai

NATUNA – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau menggelar kegiatan Marine Customs Goes To School di SMAN 1 Ranai, Natuna, Kamis (29/3/2018). Tujuannya mengajak siswa di perbatasan itu melanjutkan pendidikan di Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN).

Kegiatan Marine Customs Goes to School tersebut untuk mengenalkan tugas dan fungsi dari bea dan cukai sekaligus menjelaskan soal kepabeanan. Selanjutnya tim roadshow yang terdiri dari pegawai bea cukai Kepulauan Riau juga menggelar Forum Group Discussion tentang Penerimaan Mahasiswa Baru PKN STAN plus short class atau kelas singkat.

Adapun tim roadshow yang turun ke Natuna diantaranya Kepala seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) KPPBC TMP B Tanjung Pinang, Oka Ahmad. Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Nur Alim. Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Tg. Balai Karimun, Agung Rizqa Widodo dan Tanty Sweetra Siregar dari KPPBC TMP B Tg. Balai Karimun.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) KPPBC TMP B Tanjung Pinang Oka Ahmad mengatakan, program Marine Customs Goes to School salah satu media untuk mengenalkan keberadaan bea cukai kepada pelajar. Baik itu berkaitan tugas pokok dan fungsi KPPBC sampai dengan cara rekruitmen di bea cukai.

“Kehadiran kita di sini memberikan informasi tentang rekruitmen masuk di bea cukai melalui PKN STAN. Kita ingin adik adik di Natuna bersedia bergabung di bea cukai dengan cara melanjutkan pendidikan di PKN STAN,” kata Oka di sela kegiatan.

Ia mengatakan, program tahunan yang sudah dilaksanakan Kanwil berlangsung di berbagai kabupaten/kota di Kepri. Rencananya setelah Kabupaten Natuna, menyusul Kabupaten Anambas dan Lingga.

“Kali ini kita ingin mengajak anak anak pulau terluar agar termotivasi untuk menggapai cita-cita dengan bekerja sebagai punggawa keuangan negara,” ujar Oka.

Agar bisa masuk di PKN STAN, sambung Oka, peserta didik harus memiliki kemampuan berbahasa asing yakni bahasa inggris. Karena dalam pelaksanaan tugas keseharian di bea cukai, selalu berhadapan dengan warga asing dari berbagai negara.

“Dari sekolah mana saja bebas, SMA sederajat, semua jurusan, terpenting dalam seleksi nanti pokok utama adalah memiliki potensi akademis dan bisa berbahasa inggris dengan baik,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, antusias pelajar saat mengikuti acara sangat tinggi. Bahkan tidak sedikit dari peserta mempertanyakan soal sistem pengawasan oleh petugas bea cukai terhadap barang masuk ke Indonesia.

“Mereka sangat cerdas, pertanyaan yang disampaikan cukup bagus. Semoga kehadiran kami di Natuna dapat menarik minat adik adik untuk belajar di PKN STAN,” tutupnya.

Adapun peserta Marine Customs Goes to School melibatkan pelajar dari SMAN 1 Bunguran Timur, SMAN 2 Bunguran Timur, SMAN 1 Bunguran Tengah, SMAN 1 Bunguran Timur Laut, SMAN 1 Bunguran Utara, SMAN 1 Batubi, SMK Pariwisata, SMAN 1 Bunguran Selatan, SMK Bunguran Timur, MAN Natuna dan SMK YPMN Ranai.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com