SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

PELUNCURAN KAPAL DOLPHIN 01, ke Malaysia Lebih Cepat 20 Menit

  • Reporter:
  • Kamis, 31 Mei 2018 | 14:18
  • Dibaca : 1359 kali
PELUNCURAN KAPAL DOLPHIN 01, ke Malaysia Lebih Cepat 20 Menit
Petinggi PT Anugerah Samudera Mas (ASM) meluncurkan kapal feri Dolphin 01 di shipyard PT Karya Samudera Biru, Tanjunguncang, kemarin. /romi kurniawan

TANJUNG UNCANG – Perusahaan pelayaran PT Anugerah Samudera Mas (ASM) meluncurkan armada barunya yang dinamai Dolphin 1. Berstandar internasional, kapal feri ini segera dioperasikan untuk melayani angkutan penumpang rute Batam-Malaysia.

Pemilik PT ASM Aneng mengungkapkan Dolphin 1 mulai dioperasikan pada pertengahan Juli 2018. Anugerah Samudera Mas bakal mengoperasikan dua kapal, Dolphin 2 sedang proses pembuatan.

Adapun Dolphin 1 sebelum berlayar harus melalui ujicoba selama dua pekan untuk memastikan fisik dan administrasi siap.

“Kapal ini berstandar internasional dan memiliki banyak kelebihan,” ungkap Aneng di sela-sela peluncuran Dolphin 1 di Tanjunguncang, kemarin.

Dolphin 1 diproduksi perusahaan setempat yakni PT Karya Samudera Biru, Tanjunguncang. Kapal berbahan alumunium, kapasitas 210 kursi dan tersedia ruang VIP.

Kapal dipasang mesin 27 knot sehingga dijamin lebih cepat dari kapal feri yang sekelas.

“Contoh ke Malaysia biasanya 1 jam 45 menit, kita bisa tempuh 1 jam 25 menit. Jadi lebih cepat 20 menit,” sambung Aneng.

Aneng menyatakan perseroan akan menambah armada jika kebutuhan jasa transportasi laut makin bertambah. “Tahap awal baru dua kapal,” tutur dia.

Menurut dia, langkah ASM ini tidak hanya sekadar bisnis. ASM ingin mendukung upaya pemerintah meningkatkan pariwisata dengan menyediakan angkutan transportasi antar negara yang nyaman dan berkualitas.

Terlebih Aneng optimistis dunia usaha pelayaran di Batam masih menjanjikan karena lokasi yang strategis, dekat dengan Singapura dan negara Asia Tenggara. “Yang terpenting jaga Batam sama-sama agar tetap kondusif dan aman,” ujar dia.

Manajer PT Karya Samudera Biru Ricky Riady menambahkan perusahaannya mampu memproduksi sejumlah jenis kapal selain kapal feri. “Kami menerapkan standar internasional dan semua kapal harus sesuai dengan IACS (International Association of Classification Societies),” ujar dia.

Menurut dia, setiap kapal yang sudah diluncurkan harus melalui peninjauan ulang oleh tim pemeriksa yang bersertifikasi ISO.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com