SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemalsuan Faktur Lahan, Polda Kepri Tangkap Tangan Oknum Pegawai BP Batam

  • Reporter:
  • Rabu, 29 Juli 2020 | 00:56
  • Dibaca : 644 kali
Pemalsuan Faktur Lahan, Polda Kepri Tangkap Tangan Oknum Pegawai BP Batam
Wakil Direktur Kriminal Umum (Wadireskrimum) Polda Kepri AKBP Ruslan A Rasyid saat memeriksa Oknum BP Batam Al di Mapolda Kepri, Selasa (28/7/20) malam. (Foto: Dicky Sigit Rakasiwi)

BATAM – Polda Kepri mengamankan seorang pegawai Badan Pengusahaan (BP) Batam atas kasus pemalsuan faktur pembayaran uang wajib tahunan (UWT) untuk jual beli lahan. Pelaku diamankan dalam operasi tangkap tangan, Selasa (28/7/2020) sore.

“OTT tadi sore. Sekarang sedang didalami,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepri Kombes Arie Dharmanto, Selasa (28/7/20) malam.

Pelaku diketahui berinisial Al. Polisi mengamankan Al di sebuah kantor bank di bilangan Jodoh. Wakil Direktur Kriminal Umum (Wadireskrimum) Polda Kepri AKBP Ruslan A Rasyid memimpin langsung operasi tangkap tangan.

Ruslan mengungkapkan pelaku yang diamankan tersebut adalah oknum pegawai BP Batam yang bekerja di bagian pemadam kebakaran di bawah BP Batam.

Al, kata Ruslan, telah melakukan pemalsuan dokumen yakni menerbitkan dan memberikan faktur palsu pembayaran UWT kepada seseorang berinial La. Dokumen itu untuk transaksi lahan di Tanjunguncang.

“Jadi ini rencananya mau jual beli tanah, antara La dengan pihak PT Eva. La mengaku mendapatkan faktur itu dari Al dan dia tidak mengetahui bahwa faktur itu adalah palsu,” papar dia.

Dia menambahkan, berdasarkan faktur itu, pelaku memalsukan nomor faktur dan nomor id lokasi. Sementara untuk stempel itu diambil dari BP Batam dan berdasarkan pengakuan Al dia sendiri yang mengambil stempel tersebut. Polisi menelusuri adanya kemungkinan beberapa orang lain yang terlibat.

“Ini sedang dikembangkan. Tim sedang berada di lapangan untuk melakukan pengembangan dan mencari beberapa orang lainnya,” ujarnya.

Dia menambahkan kasus pemalsuan faktur ini kemungkinan juga ada faktur palsu lainnya. Meski begitu, Ruslan masih belum bisa membeberkannya.

“Sabar dulu, ini kami masih selidiki dulu,” ujarnya.

Menurutnya, pengungkapan kasus ini merupakan kerjasama dari pihak Polda Kepri dengan BP Batam. Hal ini menindaklanjuti seringnya terjadi permasalahan lahan di Batam.

“Ini adalah kerjasama yang baik dari kami dengan pihak BP Batam, khususnya adalah Deputi III BP Batam Bapak Sudirman Saad,” tutupnya.

dicky sigit rakasiwi

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com