SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pembahasan UMS Batam Buntu

  • Reporter:
  • Rabu, 16 Mei 2018 | 10:19
  • Dibaca : 53 kali
Pembahasan UMS Batam Buntu
Ilustrasi Foto AGUNG DEDI LAZUARDI

BATAM – Rapat pembahasan Upah Minimal Sektoral (UMS) Batam yang dipimpin Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Gedung Graha Kepri pada Selasa (15/5/2018), buntu, tidak ada keputusan. Gubernur diberi waktu sebelum lebaran untuk menetapkan besaran UMS.

Rapat yang dihadiri asosiasi pekerja, pengusaha dan juga Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi, Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Kabinda Kepri Brigjen Pol Suharyono, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam Rudy Sakyakirti, perwakilan BP Batam, dan Bank Indonesia Kepri.

Nurdin mengatakan, antara pengusaha dan pekerja terjadi hubungan yang saling membutuhkan. Hal itu harus menjadi landasan dalam memutuskan berbagai hal dalam hubungan kerja, termasuk dalam menentukan UMS. Sebagai gubernur, dirinya tidak berniat menunda penetapan UMS tersebut seperti kesimpulan yang berkembang di tengah-tengah pekerja saat ini.

“Saya selaku Gubernur, bukan tak mau memutuskan. Tetapi keputusan tersebut harus mempertimbangkan kedua belah pihak. Keputusan itu harus menguntungkan semua pihak,” tegas Nurdin.

Ia meminta semua pihak, pengusaha dan pekerja tidak mementingkan keuntungan satu pihak saja. Untuk itu, perlu didapat keputusan yang tepat. Semua diminta legawa atau dapat menerima keadaan atau sesuatu yang menimpa dengan tulus hati, ikhlas, rela saat nantinya UMS Ditetapkan.

“Setiap tahun seperti ini terus bagaimana bisa kondusif negeri kita. Kita hidup mencari makan di Kepri ini, mari kita sama-sama mengalah dan memasang niat baik agar persoalan ini selesai. Kami mau perbaiki segala saktor. Kita saling membutuhkan,” ungkapnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com