SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pembangunan Dam Sebayar Terhambat Lahan

  • Reporter:
  • Sabtu, 24 Agustus 2019 | 11:11
  • Dibaca : 166 kali
Pembangunan Dam Sebayar Terhambat Lahan
BWSS dan Pemkab Natuna rapat membahas DED Dam Sebayar di Kantor BP3D Kabupaten Natuna, Rabu (7/8). /SHOLEH ARIYANTO

NATUNA – Pembangunan Dam Sebayar di Natuna tak kunjung terealisasi. Meskipun anggaran sudah disiapkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI, namun pemerintah setempat belum menyiapkan lahan.

Kepala BWS Sumatera IV, Ismail Widadi mengatakan, perencanaan dan penganggaran pembangunan Dam Sebayar Natuna sudah selesai dilakukan sejak tahun lalu. “Kami serius ingin membangun pada tahun 2018, tapi belum bisa dilaksanakan karena belum ada ketersediaan lahan. Kemudian tahun 2019 kami usulkan lagi anggarannya,” ujar Ismail Widadi, kemarin.

Selain lahan, pembangunan dam yang membutuhkan lahan sekitar 93 hektare itu belum bisa dijalankan karena Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) juga belum berhasil disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Natuna. “Kami sudah meminta pihak Pemda untuk segera menyelesaikan dokumen lingkungan yang sedang dilengkapi,” tegasnya.

Adapun Dam Sebayar ini akan memenuhi kebutuhan air bersih warga setempat dan mampu menampung 3,6 juta meter kubik. Anggaran yang dibutuhkan membangun dam ini sebanyak Rp54 miliar. “Dam Sebayar ini untuk meningkatkan ketersediaan air di wilayah Ranai dan sekitarnya,” ujar Ismail.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Natuna saat ini baru dapat lahan sekitar 5 hektare dari total luas lahan yang diperlukan. Lahan tersebut didapatkan dari hibah yang diberikan oleh Mantan Bupati Natuna, Daeng Rusnadi. Lahan ini akan diperuntukkan sebagai area tubuh dam dan sisanya sebagai area genangan air.

“Ya betul, BWSS sudah siap dengan perencanaan dan anggarannya. Tapi kita daerah belum siap lahan untuk area genangannya,” kata Kabid Sumberdaya Air, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Natuna, Herman.

Namun, ia mengaku, pihaknya tengah berupaya mempersiapkan lahan yang diperlukan oleh pembangunan itu. “Surat pernyataan kesiapan membebaskan lahannya sudah kita siap, tinggal ditandatangani Pak Bupati saja. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bisa ditandatangani agar proses pembangunan dam itu segera dilaksanakan,” ujarnya.

sholeh ariyanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com