SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pembangunan Jaringan Pipa IPAL Capai 50 Kilometer

  • Reporter:
  • Kamis, 18 Oktober 2018 | 14:09
  • Dibaca : 125 kali
Pembangunan Jaringan Pipa IPAL Capai 50 Kilometer
Ilustrasi foto TEGUH PRIHATNA

BENGKONG – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus menggesa proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bengkong Sadai. Progres pembangunannya saat ini sudah mencapai 25,6 persen. Proyek yang dibiayai oleh pinjaman pemerintah Korea Selatan ini ditargetkan selesai pada pertengahan 2019 mendatang.

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan, pemasangan pipa jaringannya sudah mencapai 50 kilometer dari 114 km yang akan dibangun. Pembangunan IPAL ada beberapa bagian, yakni kontruksi IPAL dan pipa jaringannya.

“Untuk pemasangan pipa memang membutuhkan waktu yang sedikit lama dibanding kontruksi IPAL-nya sendiri. Karena itu untuk tahap pertama memang kami selesaikan jaringan pipanya dulu,” ujarnya, Rabu (17/10).

Kendati baru 25,6 persen, pihaknya tetap optimistis proyek pembangunan IPAL domestik tersebut bisa selesai tepat waktu. Pihaknya juga terus mengawal proyek tersebut. Sehingga diharapkan permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan juga bisa diselesaikan dengan cepat.

Ia mengakui, sebelumnya ada beberapa keluhan dari masyarakat, tapi pihaknya berupaya agar masalah-masalah tidak terjadi lagi ke depanya. Iyus tetap menyambut baik jika ada masyarakat yang melaporkan kepada BP Batam jika ada keluhan akibat dampak pembangunan proyek tersebut.

“Kami juga sudah sampaikan kepada para kontraktor, segera mungkin selesaikan jika ada warga yang protes di lapangan,” jelasnya.

Pembangunan IPAL dilakukan untuk menjaga lingkungan Batam tetap sehat dari pencemaran limbah domestik. Karena itu, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf jika dalam masa pekerjaannya sedikit mengganggu kenyamanan masyarakat, baik yang ada di dalam perumahan ataupun saat berkendara.

“Intinya BP Batam tidak tinggal diam, jika ada keluhan masyarakat secepat mungkin akan kita selesaikan,” tegasnya.

Seperti diketahui, proyek ini dibiayai dari dana dukungan pemerintah Korea Selatan melalui pinjaman lunak (soft loan) Economic Development Coorperation Fund (EDCF) sebesar USD43 juta. Pembangunan IPAL domestik di kawasan Bengkong Sadai seluas 7 hektare merupakan satu dari tujuh proyek IPAL yang akan dibangun BP Batam. Enam IPAL lainnya akan dibangun di Batam Centre, Tanjunguma, Sekupang, Tembesi, Sagulung, dan Nagoya.

Pengolahan limbah domestik di Batam ini akan dilakukan secara menyeluruh melalui jaringan perpipaan yang saling terintegrasi. Limbah akan diolah hingga kadar polutannya memenuhi baku mutu lingkungan dan dialirkan ke laut lepas. Sebelum air limbah hasil pengolahan dialirkan ke waduk-waduk, harus dipastikan dulu bahwa air tersebut tidak tercemar.

Pada tahap pertama fase 1 ini, dengan membangun IPAL baru pembangunan jaringan pipa sanitasi air limbah sepanjang 114 km, penyambungan pipa sambungan rumah sebanyak 11.000 rumah tangga dan terdapat 5 relay pumping station. Proyek ini ditargetkan pada penyelesaian tahap I berkapasitas mengelola limbah cair 20.000 m3/hari atau 230 liter/detik.

“Tahap pertama ini memang khusus untuk wilayah Batamcenter. Mudah-udahan kendala yang ada bisa diatasi sehingga bisa selesai tepat waktu,” jelasnya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com