SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pembangunan Konstruksi Jembatan Babin Mulai 2021

  • Reporter:
  • Kamis, 11 Juli 2019 | 09:21
  • Dibaca : 144 kali
Pembangunan Konstruksi Jembatan Babin Mulai 2021
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Istana Negara, Jakarta, beberapa waktu lalu. /HUMAS PEMPROV KEPRI

BATAM – Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyampaikan rasa terima kasih masyarakat Kepri kepada Presiden Joko Widodo dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Apalagi setelah pemerintah pusat memastikan pembangunan Jembatan Batam-Bintan paling lama dimulai tahun depan.

“Terima kasih Pak Jokowi, Pak Menteri. Terima kasih juga masyarakat Kepri atas doa dan dukungannya sehingga Kepri mendapat kepastian pembangunan Jembatan Batam Bintan. Ini perjuangan bersama seluruh masyarakat Kepri,” kata Nurdin di sela-sela Upacara dan Syukuran Hari Bhayangkara ke-73 di Lapangan Upacara Polda Kepri, Nongsa Batam, Rabu (10/7).

Menteri Basuki, Selasa kemarin, kata dia, memastikan bahwa Presiden Jokowi sudah memutuskan proyek jembatan Batam-Bintan dibangun. Pembangunannya rencana akan dimulai tahun depan. Karena saat ini pihak kementrian sedang dalam tahap studi.

Bahkan, pekan depan, Menteri Basuki akan ke Batam. Selain meresmikan Waduk Sei Gong, Menteri Basuki bersama Gubernur Nurdin juga berencana melihat jalur pembangunan jembatan itu.

Gubernur Nurdin memang berkali-kali mengupayakan agar Jembatan Batam-Bintan segera dibangun lewat Pemerintah Pusat. Dalam banyak kesempatan, ketika bertemu Presiden Jokowi di mana pun, Nurdin selalu meminta pembangunan Jembatan Babin.

Tentu permintaan itu disertai dengan permintaan sejumlah proyek infrastruktur lainnya. Juga regulasi-regulasi yang memudahkan investasi masuk ke Kepri. Termasuk regulasi untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara menikmati pesona Kepri.

Bahkan kepada Menteri PU, Nurdin menyampaikan hal yang sama tentang pembangunan Jembatan Babin. Oktober tahun lalu, Menteri Basuki sudah memberi sinyal jembatan itu akan dibangun.

Kepastian semakin terlihat ketika awal April tahun ini Jokowi menjanjikan akan membangun jembatan Babin. Selain menyelesaikan persoalan Kampung Tua di Batam. Yang tahun ini semakin jelas penyelesaiannya.

Senin lalu, kepada Presiden Jokowi, Nurdin menyampaikan hal yang sama. Melaporkan perkembangan penyelesaian Kampung Tua dan rencana pembangunan Jembatan Babin.

Saat bersalaman dengan Jokowi, kata Nurdin, Presiden memastikan segera ke Kepri untuk menyelesaikan semua proyek prioritas yang sudah disampaikannya.

Sememangnya, rencana pembangunan itu sudah terlihat dalam dalam RPJMN 2020-2024. Di situ disebutkan bahwa program ini sebagai prioritas nasional dengan mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan. Dengan Major Projectnya pada Integrasi pembangunan wilayah Batam-Bintan. Yang manfaatnya yaitu pengembangan Kawasan Batam Bintan bermanfaat dalam mendorong pertumbuhan industri dan pariwisata guna meningkatkan daya saing wilayah.

“Inilah bukti kerja keras seluruh masyarakat Kepri yang menginginkan pembangunan demi peningkatan kesejahteraan,” kata Nurdin saat program jembatan masuk dalam RPJMN.

Menurut Nurdin, kerja keras, dukungan dan doa masyarakat Kepri yang membuat keinginan ini bisa terwujud. Pembangunan Jembatan Babin, kata Nurdin, bukan hanya untuk meningkatkan perekonomian Kepri, tetapi juga memperlihatkan martabat bangsa. Apalagi Kepri berbatasan dengan banyak negara.

“Teruslah kita bersama dan bahu membahu untuk memajukan Kepri,” kata Nurdin.

Pembangunan konstruksi Jembatan Babin yang akan memyatukan dua pulau yakni Pulau Batam dan Pulau Bintan ini, ditargetkan akan terealisasi pada 2021 mendatang. Hal itu disampaikan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV Jambi-Kepri Kementerian PUPR Budi Harimawan Semihardjo di Tanjungpinang, Rabu (10/7).

“Dalam merealisasikan rencana pembangunan Jembatan Babin, pihaknya saat ini tengah menggesa revisi Fisibility Study (FS) pembangunan jembatan tersebut,” ujarnya.

Budi menambahkan, apabila FS itu rampung tahun 2019 ini. Maka ditergetkan dan dipastikan pada 2020 pihaknya sudah akan melelang proses pengerjaan Detail Enginering Desain (DED) jembatan tersebut.

Ditegaskannya, apabila seluruh prosesnya lancar, pada 2021 sudah akan dimulai pekerjaan konstruksi pembangunan jembatan yang akan menyambungkan Pulau Batam dan Pulau Bintan tersebut.

“Secara tahapan memang seperti itu. Tapi pembangunan konstruksi tergantung dari rekomendasi FS dan skema pendanaannya nantinya,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut ia memaparkan, proses penyusunan FS jembatan Babin yang saat ini tengah dilakukan Direktorat Pekerjaan Jalan (PJJ). Merupakan salah satu implementasi konsep program pembangunan jembatan Babin yang tertuang dalam dokumen teknokratik RPJMN 2020-2024 yang diterbitkan oleh Bappenas sebelumnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini Direktorat PJJ Kementerian PUPR tengah mempelajari dan merevisi FS jembatan Babin yang telah diterbitkan pada 2005 dan 2010 lalu. Tujuan direvisinya FS tersebut di 2019 ini untuk melihat opsi perbandingan efisiensi antara rute lama dan rute baru.

“Jadi saya pikir memang masih sejalan (dengan RPJMN). Karena proses pembangunankan selalu dimulai dari readiness atau kesiapan,” katanya lagi.

sutana/fadhil

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com