SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pembangunan Rusunawa Terancam Ditunda

  • Reporter:
  • Jumat, 11 Januari 2019 | 15:44
  • Dibaca : 164 kali
Pembangunan Rusunawa Terancam Ditunda
Ilustrasi DOK KORAN SINDO BATAM.

SEIBEDUK – Pembangunan tiga menara kembar rumah susun (Rusun) di Batam tahun ini terancam ditunda, karena pemerintah pusat tengah fokus pada pembangunan di daerah terdampak bencana.

“Diluar dugaan terjadi bencana di sejumlah wilayah Indonesia, Kementerian PUPR fokus di daerah bencana dulu, ini informasi yang kami dapat,” kata Kepala Bidang Perumahan, Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Kota Batam, Bambang Sukirwan, Kamis (10/1).

Sebelumnya, Pemko Batam mengajukan pembangunan tiga menara kembar rusun di Batam dan disetujui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Namun, kemungkinan hanya satu menara kembar yang bisa direalisasikan pada 2019.

Hingga kini Pemko Batam belum mendapatkan kepastian rencana pembangunan menara kembar di Batam dari Kementerian PUPR. “Kepastiannya bulan Maret nanti,” kata dia.

Ia berharap Kota Batam masih mendapat bantuan pembangunan rusun, karena banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan tempat tinggal memadai.
“Mudah-mudahan Batam dapat, tidak hanya satu tapi tiga,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Perkimtan Kota Batam, Eryudhi Apriadi yang berharap pemerintah tetap menganggarkan pembangunan rusun di Batam. Menurut dia, dari tiga menara kembar rusun yang diajukan itu, satu di antaranya akan dibangun di area Rusunawa Mukakuning II, di Kawasan Industri Batamindo.

“Biasanya satu rusun terdiri dari 45 satuan rusun. Jadi kalau satu twin blok sekitar 90 sampai 95 rusun,” kata Yudi.

Seperti diketahui, Pemko Batam akan membangun tiga twin block rumah susun sewa (rusun) baru pada 2019. Pembangunan rusun nantinya ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, maupun warga yang saat ini tingal di rumah liar (ruli).

Pembangunan tiga rusun itu merupakan bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Rencananya, rusun itu akan dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektare. Anggarannya diperkirakan mencapai Rp36 miliar.

Rusun itu akan dibangun di wilayah padat penduduk. Seperti, di kawasan Tanjunguncang, Batuaji maupun di sekitar Batamindo, Seibeduk. Kawasan-kawasan padat seperti itu diprioritaskan karena memang pembangunan rusun ini bertujuan untuk mengatasi kebutuhan tempat tinggal bagi warga.

Saat ini, Pemko Batam memiliki 30 rusun. Dengan tambahan tiga rusun baru itu, maka jumlah rusun milik Pemko akan menjadi 33 rusun. Diharapkan, jumlah itu setidaknya bisa membantu menyediakan alternatif pulihan tempat tinggal yang murah dan nyaman bagi warga.

Sekadar perbandingan, saat ini untuk menyewa satu rumah setidaknya satu keluarga harus mengeluarkan rata-rata Rp1 juta setiap bulannya, tergantung besar suatu rumah dan lokasinya. Jumlah itu belum termasuk biaya air dan listrik. Sedangkan untuk tinggal di rusun, satu keluarga hanya akan mengeluarkan kurang lebih Rp195 ribu per bulan, belum termasuk listrik dan air. ant/agung dedi lazuardi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com