SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pembunuh Bayi Divonis 7 Tahun Penjara

  • Reporter:
  • Selasa, 17 April 2018 | 14:52
  • Dibaca : 121 kali
Pembunuh Bayi Divonis 7 Tahun Penjara
Ilustrasi.

BATAM KOTA – Indarti, wanita muda yang tega membunuh bayinya sesaat usai dilahirkan dijatuhi hukuman 7 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam, Senin (16/4/2018).

Ia dinyatakan bersalah setelah membunuh dan membuang bayi yang dilahirkannya sebagaimana diatur dalam pasal 80 Ayat (3), (4) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan menjatuhkan hukuman penjara selama 7 tahun dikurangi dengan masa penahanan yang telah dijalani,” kata Ketua Majelis Hakim Mangapul Manalu didampingi oleh Martha Napitupulu dan Taufik Nainggolan.

Putusan langsung diterima oleh terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya. Pasalnya, hukuman lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nani Herawati. JPU Nani menuntut terdakwa dengan hukuman 9 tahun penjara pada persidangan sebelumnya.

Sebelumnya, Indarti yang sempat diperiksa di persidangan mengaku malu memiliki anak dari hasil hubungan gelap. Ia mengaku stres karena sang pacar, Regi pergi meninggalkannya usai tahu dirinya hamil.

“Saya malu, Yang Mulia, karena hamil di luar nikah. Saya juga bingung karena Regi sudah kabur, Yang Mulia,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat berada di dalam toilet rumah sakit, ia merasakan sakit perut yang luar biasa dan seperti ingin mengedan. Karena tidak tahan, ia mencoba mengedan hingga berhasil melahirkan bayi laki-laki dalam usia kandungan 7 bulan. “Saya agak sedikit jongkok dan saya mengedan langsung lahir. Langsung saya tangkap pakai tangan. Waktu itu, ari-arinya belum keluar,” kata Indarti.

Setelah bayinya lahir, Indarti kembali mengedan untuk mengeluarkan ari-ari. Dan setelah bayi serta ari-arinya keluar, ia letakkan bayi di lantai sebelah closet. “Waktu lahir, bayinya tidak bergerak, Yang Mulia. Dia nggak nangis juga. Saya tungguin, tapi nggak nangis dan gerak juga,” katanya.

Ia kemudian langsung mencoba membunuh sang bayi dengan cara mencekik leher hingga tewas. Selanjutnya, ia membungkus jasad bayi dan ari-ari menggunakan celana pendek dan membuangnya ke tong sampah toilet.

Berdasarkan hasil visum ditemukan luka lecet dan memar pada leher, resapan darah pada jaringan ikat bawah kulit daerah leher, otot leher, kulit bagian dalam, selaput pembungkus tulang tengkorak, otot dada, dan dinding jantung bagian depan akibat kekerasan tumpul, sehingga mengakibatkan kematian.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com