SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pembunuh Kasir Hotel Milenium Ditangkap

  • Reporter:
  • Senin, 1 Oktober 2018 | 10:07
  • Dibaca : 183 kali
Pembunuh Kasir Hotel Milenium Ditangkap
Kapolres Karimun Hengky didampingi Wakapolres Karimun Kompol Agung Gima Sunarya dalam press rilis, Minggu (30/9). M Syah Yudha, pembunuh kasir Hotel Milenium mengenakan baju tahanan (belakang). f ricky robiansyah

KARIMUN – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Karimun meringkus pelaku pembunuhan Ida (23), kasir Hotel Milenium di Jalan Teuku Umar Kelurahan Tanjungbalai Kecamatan Karimun, Sabtu (29/9) siang. Pelaku yang bernama M Syah Yudha (19) tersebut ditangkap di Warnet Fantastic Jalan Nusantara, empat jam setelah polisi melakukan penyelidikan.

Polisi terpaksa melepaskan timah panas saat menangkap pelaku, karena melawan petugas saat akan ditangkap. M Syah Yudha berhasil ditangkap dengan luka tembak di kaki kanan. Sekira pukul 12.00, pelaku digiring ke Mapolres Karimun setelah mendapatkan perawatan medis di RSUD M Sani. Dengan kaki pincang, pelaku langsung dimasukkan dalam ruang penyidikan guna mendalami modus pembunuhan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Lulik Febyantara yang ditemui usai membawa pelaku ke Mapolres Karimun mengatakan, pengungkapan pembunuhan itu didapatkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sesaat setelah terjadi pembunuhan. Polisi mendapatkan petunjuk berupa nama orang yang check in di kamar tersebut.

“Kita dapatkan beberapa bukti di lapangan berupa nama tamu kamar itu dan tiga puntung rokok diduga milik pelaku. Berangkat dari situ kita lakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku saat sedang di Warnet Fantastic,” ujar Lulik.

Lulik yakin jika pihaknya terlambat mengejar pelaku maka polisi kehilangan jejaknya. Sebab, Syah Yudha berniat melarikan diri dari Karimun ke Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara melalui Kapal Kelud, Minggu (30/9).

“Ia berencana melarikan diri ke Medan, pulang kampung. Beruntung kita bisa menangkap lebih dahulu,” katanya.

Lulik mengatakan, pelaku dan korban tak saling kenal. Pembunuhan itu bermotif ketertarikan pelaku terhadap korban. Pelaku berencana memerkosa korban.

“Pelaku baru pertama kali menginap di hotel itu, dan baru merencanakan memerkosa korban ketika hendak check out dari hotel itu. Motifnya nafsu belaka,” kata Lulik.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku meminta korban untuk membersihkan kamar yang dihuninya saat akan check out. Namun, setelah 10 menit korban membersihkan kamar, pelaku kembali ke kamar tersebut dan mengajak untuk melakukan hubungan seksual.

“Korban menolak, saat itu lah terjadinya pembunuhan. Pelaku mendekap korban dari belakang dan membekap mulut korban dengan tisu toilet dan rambut korban ke dalam mulutnya sampai masuk ke tenggorokan. Pelaku juga menjerat leher korban menggunakan handuk dan menghantampkan pipi korban ke tembok,” terang Lulik.

Setelah korban terkulai tidak berdaya, pelaku hendak melakukan aksinya menyetubuhi korban. Tapi, saat membuka kancing dan resleting celana korban tersebut, sang korban sudah tak bergerak.
Melihat hal itu, pelaku memeriksa denyut nadi serta memeriksa napas korban namun ternyata korban telah meninggal dunia.

Seketika pelaku menjadi panik, niat untuk menyetubuhi korban pun diurungkannya dan langsung melarikan diri dari hotel.

M Syah Yudha Terancam Hukuman Mati

Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya mengapresiasi anggotanya yang sigap mengungkap tindak pidana pembunuhan tersebut. Ia mengatakan, kasus tersebut telah menjadi atensi Kapolda Kepri untuk segera diungkap.

“Kasus pembunuhan ini menjadi atensi Kapolda, saya apresiasikan jajaran anggota yang telah menggungkap kasus ini,” ujar Hengky didampingi Wakapolres Karimun Kompol Agung Gima Sunarya dalam press rilis, Minggu (30/9).

Hengky mengatakan, Syah Yuda terancam dikenakan hukuman mati atau penjara seumur hidup sesuai yang tercantum dalam Pasal 340 Jo Pasal 338 Kitap Undang- undang Hukum Pidana tentang pembunuhan berencana.

“Minimal seumur hidup, dan maksimal bisa dikenakan hukuman mati sesuai dengan pasal 340 Jo 338 KUHPidana, karena telah menghilangkan nyawa orang secara sengaja,” katanya.

Hengky menambahkan, M Syah Yudha ditetapkan sebagai pelaku setelah hasil identifikasi polisi menemukan barang bukti yang menguatkan berupa sidik jari di botol air mineral yang ditemukan 12 kecocokan dari sidik jari tersangka.

M Syah Yudha yang diwawancarai usai press rilis mengatakan, sebelum meninggalkan kamar 202 Hotel Milenium, ia sempat mengambil uang korban dari kantong celananya. Dia mengaku menghabisi nyawa korban dengan cara membekap dan menjerat leher korban.

“Saya ambil uangnya, ada uang Rp50 ribu dalam kantongnya. Habis itu saya lari ke warnet,” ujar pelaku.

Pria yang berasal dari Tanjungbalai Asahan tersebut tinggal di Karimun karena bekerja di kapal rawai dan sering ke Karimun untuk menunggu kapal rawai itu berangkat.

“Saya terinspirasi dari film-film vulgar di internet. Sering melihat saat di warnet dan di kapal,”katanya.

Dia juga mengaku selalu mengonsumsi minuman keras dan pernah mengkonsumsi narkoba.

“Iya sering minum miras, terakhir dua minggu yang lalu. Narkoba juga pernah tapi itu sudah lama sekitar dua tahun lalu,” katanya.

ricky robiansyah

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com