SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemegang Saham Restui PGN

  • Reporter:
  • Sabtu, 28 April 2018 | 15:08
  • Dibaca : 408 kali
Pemegang Saham Restui PGN

JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperoleh izin prinsip dari pemegang saham untuk berintegrasi dengan PT Pertamina Gas (Pertagas).

Hal itu merupakan bagian dari tindak lanjut pembentukan holdingminyak dan gas bumi. ”Izin prinsip ini sebagai tindak lanjut akta imbreng April kemarin,” ujar Direktur Utama PGN Jobi Triananda Hasjim di rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perusahaan di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, pemberian izin prinsip oleh pemegang saham dapat mempercepat proses integrasi PGN dengan Pertagas. Adapun untuk mekanisme integrasi, PGN berkeinginan melalui akuisisi. Saat ini, kata dia, nilai aset Pertagas yang akan diakuisisi masih tahap evaluasi. Nanti bila nilai aset sudah keluar, PGN akan kembali menggelar RUPS.

”Berapa nilainya, masih proses pengkajian dan evaluasi. Nanti kalau sudah dihitung nilainya akan kami sampaikan,” kata dia. Dia menegaskan, akuisisi Pertagas akan berdampak positif pada kinerja keuangan perusahaan. Pasalnya, dengan integrasi akan mempermudah dan mempercepat konsolidasi. ”Selain itu, penyaluran kita juga akan lebih baik.

Insya Allah, 2018 akan lebih baik,” kata dia. Guna mendukung integrasi ini, PGN juga merombak jajaran direksi hingga komisaris. Jobi mengatakan, ada dua komisaris dan satu direksi yang diganti. Para pemegang saham memutuskan mengganti Fajar Harry Sampurno dari jabatan komisaris utama digantikan IGN Wiratmadja Puja yang sebelumnya pernah menjabat Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM.

Hasil RUPS juga sepakat mengganti Nora Osloi A dari jabatan komisaris diganti oleh Hambra yang juga sebagai Deputi Kementerian BUMN. Para pemegang saham juga memutuskan mengganti jajaran direksi.

RUPS memutuskan mengangkat Said Riza Pahlevi sebagai direktur keuangan menggantikan Nusantara Suyono. ”Pak Said sebelumnya menjabat Direktur Keuangan Pertamina Patra Niaga. Pak Said menggantikan pejabat sebelumnya,” kata dia.

Berikut susunan komisaris dan direksi PGN yang baru, yakni Direktur Utama Jobi Triananda Hasjim, Direktur Keuangan Said Reza Pahlevi, Direktur InfrastrukturdanTeknologi Dilo Seno Widagdo, Direktur Komersial Danny Praditya, serta Direktur SDM dan Umum Desima Equalita Siahaan.

Di sisi lain, PGN mencatatkan laba bersih tahun buku 2017 sebesar USD143 juta. Berdasarkan angka itu, PGN akan membagikan dividen sebesar 40% kepada pemegang saham atau sebesar Rp766,27 miliar atau Rp31,61 per saham. Sementara sisanya akan dicatat sebagai saldo laba untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan bisnis perusahaan.

”RUPST kali ini cukup panjang, di samping itu ada agenda rutin, yaitu membagikan dividen,” ujar Jobi. Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menambahkan, guna mencapai laba perusahaan, manajemen telah mengoptimalkan penjualan gas bumi dan melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian saat ini.

Sampai akhir tahun lalu, PGN tercatat berhasil menyalurkan gas bumi sebesar 1.505 MMSCFD. Seluruh gas tersebut dialirkan melalui jaringan infrastruktur pipa gas sepanjang 7.453 km kepada 196.221 pelanggan dari berbagai segmen. Seperti industri manufaktur dan pembangkit listrik, komersial, yakni hotel, restoran, rumah sakit, dan usaha kecil dan menengah (UKM).

Selain itu, juga ke rumah tangga yang tersebar di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara, dan Sorong Papua. Melalui anak usahanya PT Saka Energi Indonesia, PGN juga mampu memproduksi minyak dan gas bumi sebanyak 51.208 barel setara dengan minyak per hari (BOEPD).

”Tahun ini PGN akan tetap agresif mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi yang ramah lingkungan dan lebih ekonomis bagi masyarakat,” kata Rachmat. Menurutnya, PGN terus menyelesaikan beberapa proyek infrastruktur demi menjangkau dan menyalurkan energi baik lebih banyak lagi kepada pelanggan.

Seperti proyek pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 km, termasuk pipa distribusi gas di Dumai sepanjang 56 km dan pemasangan pipa distribusi di wilayah Gresik sepanjang 11 km. Kemudian PGN juga sedang mengembangkan infrastruktur pipa transmisi gas bumi West Natuna Transmission System (WNTS) ke Pulau Pemping, Provinsi Kepulauan Riau.

nanang wijayanto

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com