SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemerintah Hitung Anggaran Jembatan Babin

  • Reporter:
  • Rabu, 12 Juni 2019 | 11:12
  • Dibaca : 221 kali
Pemerintah Hitung Anggaran Jembatan Babin
ilustrasi

PINANG – Rencana pembangunan jembatan Batam-Bintan (Babin) sudah masuki tahapan Feasibility Study (FS) atau penghitungan anggaran pembiyaan untuk pembangunan penghubung dua pulau di Kepri ini. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kepri Abu Bakar saat meninjau proyek Gurindam 12 di Tanjungpinang, Senin (10/6).

Proses FS ini dilakukan oleh Kementerian PUPR RI dan juga berkoordinasi dengan BAPPENAS sehingga akan sinkron, berapa anggaran secara keseluruhan dalam pembangunan kembatan Babin ini. “Dengan FS ini akan diketahui berapa besar anggaran untuk seluruh pembangunan jembatan itu dan dari mana sumber anggarannya,” ujarnya.

Jadi, tambah Abu, saat ini pemerintah pusat dan daerah bukan lagi berkutat dengan melakukan FS tentang mengukur lokasi dan membuat Detail Enggenering Design (DED) serta lainnya terkait teknis fisik jembatan Babin ini, namun sudah masuk ketahap penghitungan anggarannya. “Mudah-mudahan proses FS ini akan selesai dan Pemerintah Pusat, segera memulai proses pembangunan jembatan Babin ini,” harapnya.

Sehingga nantinya pada tahun 2020 atau 2021 pengerjaan jembatan Babin ini sudah berjalan. Selain itu Pemerintah Pusat juga sudah komitmen akan membangun jembatan ini, karena pembangunan ini serupakan marwah sebagai daerah perbatasan dengan sejumlah negara.

“Jadi pembangunan jembatan Babin ini merupakan bentuk harga diri bangsa Indonesia dan karena itu harus direalisasikan. Dan itu sudah komitmen dan janji Pemerintah Pusat untuk masyarakat Provinsi Kepri,” tuturnya.

Sebelumnya Pemerintah Provinsi Kepri dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Nasional 2019 telah mengusulkan berbagai pembangunan infrastruktur yang nilai anggarannya mencapai lebih dari Rp20 triliun.

“Prioritas usulan Kepri antara lain pebangunan Jembatan Batam-Bintan dan usulan ini sudah masuk dalam program ungulan nasional. Selain itu kita juga mengusulkan pembangunan Bandara di Kabupaten Natuna tepatnya di Ranai,” kata Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Barenlitbang) Provinsi Kepri Naharuddin.

Selain itu, ditambahkannya, Pemprov Kepri juga mengusulkan dalam Musrenbangnas 2019 ini pembangunan sejumlah ruas jalan nasional yakni di Kota Batam, Bintan dan di Tanjungpinang.

Bukan itu saja, Pemprov Kepri juga mengusulkan pembangunan fly over di Kota Batam dan pembangunan akses pendukung tol laut dengan pembangun pelabuhan-pelabuhan di sejumlah daerah di Kepri. Bahkan tegasnya, Pemprov Kepri juga menguslkan pembangunan pelabuhan barang, yang mana akan mengembangkan pelabuhan di Batam yakni pelabuhan Batu Ampar.

Sebab pelabuhan Batu Ampar ini merupakan arahan dari Pusat, bahwa daerah perbatasan khsusunya Batam, harus memiliki pelabuhan yang bertaraf internasional, yang tentunya memiliki fasilitas dan pendukung lainnya yang lengkap, sehingga bisa bersaing dengan negara tetangga. “Pembangunan pelabuhan ini menjadi prioritas dengan akan dibangun pelabuhan internaional dan ini menjadi perhatian pemerintah dan lembaga Kementerian PUPR,” ujarnya.

Anggaran atas usulan pembangunan infrastruktur itu dikatakan Nahar seluruhnya sekitar Rp20 triliun lebih, dan itu sudah termasuk pembangunan jembatan Babin. Untuk pembangunan jembatan Babin sendiri, tambahnya, karena jembatan itu dilakukan perubahan Detail Engginering Design (DED) sehingga ada sedikit perubahan dari yang telah direncanakan sebelumnya. Jembatan Babin ini nantinya, bukan hanya akan menjadi alat penghubung antardaerah, namun akan menjadi ikon dan kebanggan Pemprov Kepri.

“Pembangun jembatan Babin ini harus memiliki nilai estetika dan keindahan, bukan sekadar transportasi orang dan barang semata,” katanya.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com