SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemerintah Impor 3,7 Juta Ton Garam

  • Reporter:
  • Selasa, 23 Januari 2018 | 16:02
  • Dibaca : 169 kali
Pemerintah Impor 3,7 Juta Ton Garam
Ilustrasi Foto Teguh Prihatna.

BATAM – Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri merespons positif rencana pemerintah yang akan membuka impor garam industri sebanyak 3,7 juta ton pada tahun ini. Masuknya garam impor itu diyakini bakal memudahkan perusahaan di Kepri untuk mendapatkan bahan baku garam.

Wakil Koordinator HKI Kepri Tjaw Hioeng mengatakan adanya pembatasan impor garam industri selama ini menyulitkan sejumlah investor di Batam untuk mendapatkan bahan baku garam. Sebab kadar Natrium Klorida (NaCl) garam konsumsi dengan 94,7 persen berbeda dengan garam industri yang kadarnya di atas 97 persen. Sehingga bahan baku untuk kebutuhan industri tidak bisa diambil dari garam yang dikonsumsi masyarakat.

“Sampai saat ini garam industri belum bisa diproduksi di dalam negeri,” kata Tjaw, Senin (22/1/2018).

Itu sebabnya, lanjut Tjaw, dunia usaha menyambut baik rencana pemerintah yang akan mengimpor 3,7 juta ton garam industri ke Indonesia. Kebijakan ini dinilai dapat mendukung percepatan pengembangan pembangunan dan kegiatan usaha di kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (PBPB) Batam, khususnya bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan bahan baku garam.

Sejak awal kawasan PBPB seharusnya bisa mendapatkan pengecualian terkait impor. Tidak hanya untuk garam industri saja, tapi juga impor lainnya. Pemerintah seharusnya bisa mendelegasikan kewenangan penerbitan perizinan impor kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam, selaku perwakilan pemerintah pusat di daerah.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com