SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemilik Lahan Tidur Segera Dipanggil

  • Reporter:
  • Jumat, 22 Juni 2018 | 15:49
  • Dibaca : 165 kali
Pemilik Lahan Tidur Segera Dipanggil
Ilustrasi. Foto Teguh Prihatna.

BATAM KOTA – Pemilik lahan tidur diminta memaparkan rencana bisnisnya jika tidak ingin lahannya ditarik Badan Pengusahaan (BP) Batam. Lembaga pengelola FTZ itu berencana mengajukan adendum atau perubahan perjanjian kepemilikan lahan dengan pemilik yang serius menggarap lahan.

Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam Dwianto Eko Winaryo menjelaskan pemilik lahan tidur kembali dijadwalkan akan dipanggil dalam waktu dekat. Mereka diminta menyiapkan masterplan bisnis untuk lahan tersebut.

“Lahan tidur di Batam Centre menjadi prioritas utama. Kemudian akan dilanjutkan untuk wilayah Kabil dan Tanjunguncang. Selesai Lebaran ini akan kita panggil lagi (pemilik lahan tidur),” kata Dwianto, kemarin.

Dari pemanggilan para pemilik lahan tidur yang sudah dilakukan beberapa kali, banyak pengusaha sudah menyatakan komitmennya kepada BP Batam akan segera membangun. Bahkan beberapa di antaranya sudah menyampaikan masterplan bisnisnya untuk lahan lahan-lahan yang belum dimanfaatkan tersebut.

Dwi mengungkapkan dari pemaparan pemilik lahan ada beberapa yang punya rencana bisnis yang terbilang bagus. Seperti perusahaan pengembang PT Intiland Development Tbk yang akan membangun hotel dan convention centre. Kemudian ada juga dari jaringan bisnis perhotelan di bawah bendera Santika Group yang juga menyiapkan rencana untuk hotel berbintang di Kota Batam.

“BP Batam melihat keseriusan perusahaan tersebut untuk membangun dan memanfaatkan lahannya. Karena itu kami berencana segera melakukan adendum perjanjian dengan perusahaan tersebut,” jelas dia.

Pihaknya menyambut positif komitmen yang ditunjukan para pengusaha tersebut, dari pemanggilan yang sudah dilakukan pihaknya menilai juga memberikan dampak positif di lapangan. Karena saat ini juga ada beberapa perusahaan yang belum dipanggil, namun sudah melakukan komunikasi akan segera membangun.

Ia mencontohkan seperti halnya di kawasan Tanjunguncang, rencananya ada satu perusahaan yang bergerak di bidang industri recycle kardus akan dibangun di sana. Tahap pertamanya membutuhkan lahan sekitar 16 hektare, tahap kedua akan dikembangkan jadi sekitar 22 hektare.

“Begitu juga di kawasan Kabil yang beberapa sudah akan membangun. Intinya ada efek bagusl dari pemanggilan yang kita lakukan,” ujar dia.

Ia juga kembali menegaskan bahwa ketersediaan lahan yang ada di Batam saat ini sangat terbatas. Karena mayoritas sudah dialokasikan kepada pihak lain. Jikapun ada, luasannya terbilang kecil dan itupun tersebar di sejumlah tempat. Sementara banyak investor yang ingin masuk ke Batam namun terkendala soal lahan.

“Karena itu kita akan maksimalkan investor yang ingin masuk ini, kita kolaborasikan dengan yang sudah punya alokasi lahan. Upaya yang kita lakukan sejauh ini kita sudah lakukan pemanggilan, kita berikan surat peringatan. Kalau tidak juga, kita berikan tindakan tegas lainnya,” ujarnya.

Untuk diketahui, lahan yang belum termanfaatkan maksimal di Batam saat ini seluas 7.777,01 hektare, dan tersebar di 2.737 lokasi. Yang sudah dilakukan pemanggilan tersebar di 212 lokasi dengan luas 1.816 hektare, dan yang belum dilakukan pemanggilan tersebar di 2.525 lokasi dengan luas 5.960 hektare.

ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com