SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemindahan Pelabuhan Pelni Usai Lebaran

  • Reporter:
  • Rabu, 22 Mei 2019 | 10:41
  • Dibaca : 242 kali
Pemindahan Pelabuhan Pelni Usai Lebaran
Ilustrasi / TEGUH PRIHATNA

BATUAMPAR – BP Batam tengah koordinasi dengan sejumlah pihak terkait penataan pelabuhan untuk penumpang Pelni. Ruang tunggu di pelabuhan yang berdampingan dengan pelabuhan bongkar muat barang kondisinya saat ini memang sangat memprihatinkan.

Kantor Pelabuhan Laut BP Batam mengusulkan agar bisa dilakukan pemindahan usai Hari Raya Idul Fitri. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang.

Kepala Kantor Pelabuhan Laut BP Batam, Nasrul Amri Latif tidak menampik terkait hal itu, karena pada dasarnya pelabuhan tersebut sebenarnya tidak untuk pelabuhan penumpang. Pihaknya juga tidak bisa menggunakan anggaran pelabuhan untuk renovasi ruang tunggu pelabuhan.

“Sejak awal bangunan itu memang bukan disiapkan untuk penumpang. Melainkan untuk terminal barang,” ujarnya, Selasa (21/5).

Dijelaskannya, pelabuhan penumpang Pelni semula berada di Sekupang, dan pertengahan 2016 lalu dipindangkan ke Pelabuhan Batuampar atas perintah Menteri Perhubungan RI kala itu, Ignasius Jonan. Alasannya karena Pelabuhan Beton di Sekupang tidak layak melayani penumpang. Sehingga pemindahanpun dadakan dan sifatnya hanya sementara.

Sejak tahu lalu BP Batam dengan manajemen Pelni dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), memang telah berencana memindahkan pelabuhan penumpang di Batuampar ke tempat yang lebih layak. Target pemindahan mestinya tahun 2018 lalu, tapi karena ada beberapa hal belum bisa terlaksana sampai hari ini. Namun pihaknya mengusulkan agar bisa dilakukan pemindahan usai Hari Raya Idul Fitri.

“Kami masih koordinasi dengan pihak terkait, tapi yang jelas setelah lebaran akan dibahas lebih lanjut,” jelasnya.

Nasrul menjelaskan BP Batam saat ini memang tengah fokus untuk melakukan revitalisasi Pelabuhan Batuampar, hal ini dilakukan untuk bisa menekan harga biaya logistik (cost logistic) industri. Itu sebabnya pihaknya menilai pelabuhan penumpang sebaikanya tidak disatukan dengan pelabuhan bongkar muat barang.

Sementara untuk kemungkinan dipindah kembali ke Sekupang, ia mengaku belum bisa memastikannya sebab perlu koordinasi dengan Kemenhub untuk pengoperasiannya kembali. Pasalnya gudang atau yang semula jadi tempat ruang tunggu penumpang di Sekupang tersebut bukan aset BP Batam, melainkan milik PT Persero Batam.

“Itu sebabnya, perlu koordinasi banyak pihak. BP Batam tidak bisa memutuskan sendiri,” jelasnya.

Namun BP Batam sudah melakukan beberapa upaya perbaikan saat ini. Menyangkut kenyamanan dan sirkulasi udara Pelabuhan Pelni. Apalagi mendekati musim mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini sudah pasti akan ada lonjakan penumpang. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com