SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemkab Bintan Siapkan Rp3,06 Miliar Bangun WC Komunal

  • Reporter:
  • Selasa, 18 April 2017 | 09:57
  • Dibaca : 569 kali
Pemkab Bintan Siapkan Rp3,06 Miliar Bangun WC Komunal
Wabup Bintan Dalmasri meninjau jamban komunal di Desa Busung, beberapa waktu lalu.m rofik

BINTAN PESISIR – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bintan akan membangun water closet (WC)/jamban komunal dengan anggaran miliaran rupiah di empat pulau. Di antaranya Pulau Mapur, Kelong, Dendun dan Pulau Mantang Baru

Pembangunan jamban komunal di empat pulau tersebut pendanaannya bersumber dari APBN, dana alokasi khusus (DAK) bidang Sanitasi, Direkotrat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) 2017.

Kepala Bidang Permukiman, Dinas Perkim Bintan Bayu mengatakan, pembangunan jamban komunal dengan program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) guna menyediakan prasarana air limbah bagi masyarakat di daerah kumuh.

“Lokasi pembangunan Sanimas untuk empat pulau total anggarannya Rp3,06 miliar,” ujar Bayu, di Bandar Seri Bentan, Senin (17/4).

Selain di empat pulau tersebut, pihaknya juga membangun dua jamban komunal di Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang dan di Kampung Keke, Kecamatan Bintan Timur. Anggaran pembangunan jamban komunal di kedua lokasi tersebut Rp1,5 miliar.

“Serta akan dibangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, di Kelurahan Kawal dengan anggara Rp400 juta melalui Satker Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP),” terangnya.

Pembangun jamban komunal tersebut agar air limbah domestik, seperti buang air besar, air cuci piring, air cuci pakaian tidak dibuang langsung ke laut. Melainkan diolah terlebih dahulu di jamban komunal/septik tank komunal terlebih dahulu.

Kepala Dinas Perkim Hery Wahyu mengatakan, pembangunan jamban komunal ini merupakan tindak lanjut dari pembangunan jamban komunal di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam pada 2015 lalu.

Empat puluh rumah nelayan di desa tersebut, jambannya dihubungkan dengan pipa-pipa, dikumpulkan di bak tertutup, disebut septik tank komunal. Septik tank komunal merupakan salah satu sistem pengolahan air limbah rumah tangga bisa dibilang moderen, dengan sistem hampa udara/sistem anaerob.

“Sistem jambannya sudah ramah lingkungan. Diolah terlebih dahulu. Yang keluar ke laut sudah berupa limbah cair pasca pengolahan,” kata Hery.

Sementara, DPRD Bintan sedang menggodok Ranperda Pengolahan Limbah Domestik. Bahkan sudah dibentuk Panitia Khusus (Pansus), dengan ketua, Zulfaefi. Dan sudah melaksanakan studi banding ke Kota Yogyakarta dan Kota Tangerang.

“Tujuan diajukannya perda agar limbah domestik, baik limbah manusia, sisa pembuangan cuci piring maupun sisa cucian pakaian dikelola secara terpadu,” ujar Zulfaefi.

Dibahas oleh Pansus, kata dia, sistem drainase, sistem septik tanak, juga pengurasan septik tank di perumahan dengan mobil sedot tinja. Dimana setiap tiga tahun septik tank harus dikuras yang pengangkutannya dengan mobil tinja.

“Salah satu kendalanya, saat ini baru tersedia satu mobil sedot tinja. Kita harus berkoordinasi lagi dengan Kemenpupera agar mendapatkan bantuan lagi,” katanya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com