SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemkab Gelar Rakor Bersama FKUB, Tangkal Isu SARA di Kabupaten Anambas

  • Reporter:
  • Jumat, 29 Maret 2019 | 13:45
  • Dibaca : 100 kali
Pemkab Gelar Rakor Bersama FKUB, Tangkal Isu SARA di Kabupaten Anambas

ANAMBAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Anambas di Balai Seni Budaya Melayu di Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, kemarin. Kegiatan yang dihadiri tokoh agama, adat dan masyarakat tersebut untuk menangkal isu-isu SARA yang berkembang di Kabupaten Anambas menjelang pemilu 17 April mendatang.

Kepala Bidang Penanganan Masalah Aktual Bakesbangpol dan PBD Kabupaten Kepulauan Anambas Awaluddin mengatakan, rapat koordinasi yang dilakukan menjelang pelaksanaan pesta demokrasi itu guna mencegah adanya isu-isu sara di tengah masyarakat. Apalagi hari menjelang pesta demokrasi perlu diantisipasi agar masyarakat yang seandainya dipengaruhi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab bisa diatasi. “Rakor FKUB kabupaten dan kecamatan ini bertujuan untuk berdialog dan menampung aspirasi masyarakat antar lintas agama. Wajar kalau semua punya peranan dalam menyukseskan pemilu yang sudah ada di depan mata ini,” kata Awal.

Kegiatan yang menghadirkan pembicara dari Bakesbangpol Provinsi Kepri ini, nantinya akan diakhiri oleh diskusi panel yang diharapkan dapat memunculkan solusi dari persoalan aktual yang berkenaan permasalahan antar umat beragama untuk dapat diredam.

FKUB, kata dia, memiliki peran untuk meminimalisir serta mengurai isu-isu yang berhubungan antar umat beragama, sehingga kerukunan dan situasi kondusif di Anambas senantiasa terjaga.

“Sengaja kita undang tiap-tiap kecamatan diwakili dua orang. Agar apa yang diperoleh dari Rakor ini bisa disampaikan di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas Zukhrin menilai, pertemuan ini dapat
menjadi arah bagi semua kalangan dalam menciptakan suasana dan situasi yang aman. Mewakili pemerintah daerah, konflik agama seringkali meletup pada tingkat yang membahayakan dari kalangan fundamentalis yang mengarah ke stabilitas negara yang menjadi ancaman terbesar. “Pemilihan langsung dapat memilih pemilih yang profesional. Oleh karena itu, semua harus bersatu padu secara harmonis dalam bingkai persatuan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, jikalau ada pertentangan agama cenderung menjadi hal yang menyesatkan. Ini terbukti dari beberapa daerah di Indonesia yang pernah mengalami konflik gara-gara tidak ada komunikasi yang baik. Hal inilah yang menjadi pengalaman dan semua masyarakat dapat merasakan dampaknya.

Peran FKUB dan semua pihak dalam menjaga persatuan antar umat agama maupun golongan, jadi hal penting agar kejadian serupa tidak terjadi di Anambas.
“Perlunya silaturahmi yang baik antar pengurus dan pemuka agama agar kondisi yang aman dan tenteram yang selama ini kita lalui bisa terjaga dengan baik,” katanya.

jhon munthe

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com