SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemko Batam Akan Tertibkan Angkutan Online

  • Reporter:
  • Kamis, 23 Maret 2017 | 12:36
  • Dibaca : 906 kali
Pemko Batam Akan Tertibkan Angkutan Online
Driver Gojek berkumpul di kantornya di kawasan Pelita. Foto Agung Dedi Lazuardi.

BATAM KOTA – Pemko Batam dalam waktu dekat akan menertibkan angkutan online di Batam. Penertiban dilakukan karena sejumlah perusahaan angkutan online beroperasi hanya bermodalkan izin usaha dan tak mengantongi izin angkutan umum.

Permasalahan ini sudah di tangan Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Dinas Perhubungan (Dishub) Batam masih menunggu arahan pimpinan untuk menindak tegas angkutan ilegal itu.

Kepala Dishub Batam Yusfa Hendri mengatakan, saat ini terdata beberapa angkutan online seperti Go Jek, Wak Jek, Snap Car, Tripy, Indo Tiki. Dari jumlah perusahaan angkutan online tersebut terdata 70 unit untuk kendaraan roda empat dan 600 lebih untuk roda dua. “Mereka ilegal. Sejauh ini Pemko Batam belum memberikan izin angkutan online,” ujarnya di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (22/3).

Yusfa menambahkan, sebelumnya terdapat perusahaan Grab yang mengajukan izin angkutan umum, namun bukan menggunakan kendaraan plat hitam, melainkan mengandalkan angkutan umum yang sudah ada di Batam. “Kalau untuk angkutan umum ya seharusnya memang begitu, tapi ini belum resmi Grab masuk ke Batam,” katanya.

Penertiban angkutan online ini untuk menghindari konflik antara angkutan konvensional dan angkutan online. Untuk angkutan online, pihaknya tak bisa mengawasi hingga mengatur tarif atas dan tarif bawah. “Angkutan online bisa jadi tarifnya lebih murah. Jadi angkutan konvensional bisa tersisih,” kata Yusfa.

Sejauh ini, angkutan umum yang melayani penumpang baik di dalam trayek maupun di luar trayek masih memadai dan masih mampu mendukung kebutuhan masyarakat di Batam. Untuk diketahui, beberapa aturan yang harus dipenuhi untuk angkutan umum seperti kendaraan tak boleh atas nama pribadi, wajib membayar retribusi KIR dan sebagainya. Dengan aturan ini, Pemerintah bisa mengawasi semua angkutan umum. “Kalau angkutan resmi harus memenuhi itu semua. Kadang saat melihat angkutan lain tak mematuhi aturan, ini menimbulkan gejolak di masyarakat,” ujarnya.

Guna menghindari itu, Pemko Batam sudah mendata dan melaporkan ke Wali Kota Batam untuk mengambil kebijakan sembari menunggu revisi peraturan menteri tentang angkutan umum ini. “Jangka pendeknya kami tunggu Perwako, kami ingin angkutan konvensional harus diproteksi juga agar tak kehilangan penumpang mereka,” kata Yusfa.

Anggota Komisi III Rohaizat menuturkan, seiring perkembangan teknologi saat ini, jasa penyedia pelayanan transportasi online sangat dibutuhkan masyarakat. Selain memudahkan masyarakat, pelayanan transportasi online juga memberikan harga yang lebih terjangkau dibanding transportasi konvensional lainnya.

“Kami juga dukung Pemko Batam dan instansi terkait untuk menertibkan transportasi online jika menyalahi aturan. Tapi saya berharap kepada pengusaha penyedia transportasi online yang ada untuk mengurus semua izin yang diperlukan,” kata legislator PKS ini.

Menurut dia, banyak hal positif yang diterima masyarakat dengan adanya penyedia jasa transportasi online di Batam. Pasalnya hal tersebut bisa mengurangi jumlah angka pengngangguran di Batam yang setiap tahunnya semakin meningkat. “Makanya saya harap dan minta kepada pengusaha untuk segera memenuhi izinnya sebelum penertiban dari Pemko,” kata Rohaizat.
muhammad arief

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com