SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemko Batam Dorong Produk Rumahan Internasional

Pemko Batam Dorong Produk Rumahan Internasional
Produk UKM dari Kadin Jawa Timur yang ditampilkan dalam Business to Business Meeting Pengusaha Jawa Timur - Kepri 2014. Foto Arrazy Aditya.

SEKUPANG – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam akan memfasilitasi standarisasi produk hasil olahan Kelompok Usaha Bersama (Kube) untuk dapat dijual ke pasar internasional.

“Ke depan kami ingin produk mereka tak hanya dijual di pasar lokal. Tapi bisa sampai tembus hingga pasar internasional,” kata Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam Hasyimah, Kamis (18/5).

Saat ini sudah ada 40 Kube produksi bentukan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarkat Kota Batam. Masing-masing Kube beranggotakan 10 orang, terutama masyarakat produktif tapi kurang mampu.

Hasil produksi juga bervariasi. Namun mayoritas membuat penganan olahan, seperti bakso dan keripik. Sementara pemasarannya masih seputar wilayah Batam dan ditangani oleh agen-agen. “Kube produksi hanya memproduksi. Kalau penjualan, ada agen yang menangani,” ujarnya.

Dia menambahkan, sebenarnya agen-agen yang dimaksud berpotensi menjual produk olahan Kube produksi hingga luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia. Hanya saja harus ada standar yang dipenuhi. Di antaranya label halal dan standar kesehatan. “Karena itu kami akan bekerja sama dengan MUI dan BPOM untuk memenuhi standar tersebut,” katanya.

Selain itu, Dinsos juga akan terus meningkatkan kualitas produksi melalui peningkatan sumber daya manusia (SDM). Pelatihan-pelatihan akan rutin dilakukan supaya kualitas produksi semakin baik. Salah satunya kerja sama dengan Bank Indonesia (BI).

Bantuan modal juga tak lupa diberikan. Masing-masing Kube akan diberikan bantuan sebesar Rp20 juta. Dana tesebut dialokasikan untuk membeli alat produksi dan bahan baku.

Saat ini pemerintah tak lagi hanya memberikan bantuan bersifat konsumtif kepada masyarakat. karena itu upaya pembentukan dan peningkatan kualitas Kube terus digesa untuk meningkatkan produktifitas masyarakat.

“Yang kami bantu adalah penerima bantuan sosial atau masyarakat yang tak mampu. Jangan terus menerus kasih makan saja. kita mulai meningkatkan produktifitas,” ujarnya.

Bantuan jenis ini juga dinilai memberikan multiplier efek positif bagi pertumbuhan ekonomi. Selain karena meningkatkan produktifitas, potensi terbukanya lapangan kerja juga semakin tinggi. Jika usahanya terus berkembang, satu Kube bisa mempekerjakan hingga 20 tenaga kerja.

“Kalau pasarnya sudah terbuka lebar, setiap kube pasti butuh tenaga kerja. Jadi efeknya lebih besar dibanding kita memberikan bantuan konsumtif,” tuturnya.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com