SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemko Batam Terjunkan Enam Alat Berat Perbaiki Drainase

Pemko Batam Terjunkan Enam Alat Berat Perbaiki Drainase
Dok KORAN SINDO BATAM.

SEKUPANG – Pemko Batam sedang gencar melaksanakan normalisasi drainase mengatasi masalah banjir. Usaha Pemko menekan titik-titik banjir semakin mudah karena enam alat berat yang sudah dipesan tiba, yang terdiri dari lima unit jenis long arm dan sebuah amphibi.

Peralatan-peralatan ini akan dioptimalkan untuk normalisasi drainase di daerah rawan banjir. “Yang jadi prioritas adalah titik-titik yang sering dikeluhkan warga,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam Yumasnur, Selasa (9/5).

Nantinya enam alat berat tersebut akan diterjunkan ke drainase-drainase yang sulit dijangkau. Selama ini proses normalisasi kerap terkendala pada lokasi yang tidak bisa diakses dengan alat berat.

Amphibi ekskavator yang dibeli oleh Pemko Batam bisa masuk ke dalam sungai. Sehingga daerah drainase yang tak terjangkau oleh ekskavator Long Arm masih bisa diakses menggunakan amphibi ekskavator. “Normalisasi jadi jauh lebih mudah dilakukan dengan dukungan peralatan yang ada sekarang,” ujarnya.

Alat berat nantinya akan digilir penggunaannya di masing-masing Kecamatan. Untuk menentukan jadwal penggunaanya, pihaknya akan menggelar rapat dengan para camat sekaligus mengidentifikasi titik-titik banjir yang paling prioritas dikerjakan.

Data terakhir saat ini ada lebih 60 titik banjir yang perlu segera ditangani. Namun yang jadi prioritas di antaranya Marina City, Sagulung, Batuaji, Tanjungsengkuang.

Yumasnur juga akan mengarahkan peralatan untuk mendukung pengerjaan peremajaan dan normalisasi puluhan drainase, seperti di Seibinti, Perumahan Kartini Raya, Seilangkai, Cikitsu family, Bengkong Sadai, Bengkong Swadebi, Seitering dan Mangsang.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, pihaknya fokus untuk menangani permasalahan banjir. Tahun ini Pemko Batam mengeluarkan anggaran yang cukup besar untuk menangani masalah banjir. Untuk membeli enam alat berat Pemko harus merogoh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 hingga Rp12,5 miliar. “Saya ingin tak ada lagi keluhan banjir dari warga,” kata Rudi.

Selain itu, pihaknya meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk membantu penanganan titik banjir di enam lokasi. Di antaranya Marina City, Perumahan Kartini Raya, Seibeduk, Legenda Malaka, termasuk daerah Rumah Makan Pak Datuk ke laut dan Perumaha Livina. “Enam titik banjir ini penanganannya tidak bisa kita tangani sendiri dan membutuhkan bantuan dari pusat,” ujarnya.

Menurut dia, banjir yang terjadi di beberapa lokasi di Batam disebabkan hutan yang sudah gundul. “Banjir ini juga harus dilihat dari hulunya. Bukit sudah gundul, sehingga tanah tak menyerap air lagi. Terjadilah banjir,” katanya.

Solusi untuk masalah banjir ini adalah dengan penghijauan kembali. Daerah hijau harus tersedia di Batam. Selain masalah bukit yang gundul, banjir juga disebabkan drainase yang tak mampu tampung air hujan. Beberapa drainase di Batam perlu dinormalisasi bahkan diperbesar daya tampungnya. “Mana-mana daerah yang banjir butuh drainase kami dudukkan dengan BP Batam. Kita ajak ke lokasi supaya perusahaan mau memberi lahannya untuk buka drainase,” ujarnya.

iwan sahputra/fadhil/sarma haratua siregar

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com