SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemko Minta Titik Baru Pembangunan Jalan Tol

  • Reporter:
  • Selasa, 2 Juli 2019 | 15:13
  • Dibaca : 115 kali
Pemko Minta Titik Baru Pembangunan Jalan Tol
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad. DOK KORAN SINDO BATAM.

BATAMKOTA – Pemko Batam terus mengawal rencana pembangunan jalan tol sepanjang 25 kilometer yang akan menghubungkan Bandara Hang Nadim- Batuampar-Mukakuning. Jalan bebas hambatan yang masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan dan penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan konsultan pembangunan jalan PT Hutama Karya belum lama ini datang ke Pemko Batam. Kedatangan itu untuk melakukan presentasi terkait opsi tapak-tapak jalan tol Batam. Apakah akan melewati badan jalan protokol, atau dilakukan penyesuaian.

“Jadi memang rencana pembanguan jalan tol ini terus di-follow up. Apakah akan dibangun di jalan yang sudah ada saat ini atau ada opsi lain,” ujarnya, Kamis (1/7).

Di pertemuan itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, kata dia, memilih agar bisa dibangun jalur baru, dari Bandara Hang Nadim menuju Batam Center, tembus Kantor BP Batam, Pemko, langsung ke Pelabuhan Batuampar. Kemudian dari celah-celah Pemko dan BP baru dibuat tembus menuju ke Mukakuning atau Kawasan Industri Batamindo.

Menurut dia, sengaja dipilih jalur lain, bukan jalur yang sudah ada saat ini karena ada beberapa petimbangan. Di antaranya jika tapak jalan tol itu dibuat di jalur yang sama di flyover, relatif tetap membuat kemacetan di jalan. Khususnya di saat kendaraan akan turun. Sedangkan tujuan pembangunan jalan tol ini, diharapkan bisa menjadi solusi untuk kemacetan kendaraan di Batam ke depannya.

“Di samping untuk mempermudah dan memperlancar arus keluar-masuk barang dari kawasan industri ke pelabuhan atau bandara,” katanya.

Amsakar menambahkan, tim saat ini sedang mengkalkulasi hitung-hitungan angkanya. Termasuk soal DED. Ditegaskan, DED-nya nanti tergantung titik koordinat yang dipilih. Tim Pemko Batam bersama Badan Pertanagan Nasional (BPN), serta Kementerian PUPR dan Hutama Karya masih melakukan survei rumah-rumah dan kantor pemerintah mana saja yang kemungkinan akan terdampak.

“Diperkirakan mungkin butuh waktu 3 tahun untuk pengerjaaan jalan tol itu hingga selesai. Jika tahun ini, segala sesuatu yang berkaitan dengan itu, termasuk rumah dan bangunan yang terdampak bisa diselesaikan. Kita minta supaya dipercepat,” katanya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com