SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemko Optimistis Sertifikasi Selesai Tahun Ini

  • Reporter:
  • Rabu, 15 Januari 2020 | 14:39
  • Dibaca : 143 kali
Pemko Optimistis Sertifikasi Selesai Tahun Ini
Warga Kampung Tua Patam Lestari menyeberang menggunakan sampan. /SINDO BATAM

SEKUPANG – Pemko Batam optimistis proses sertifikasi beberapa kampung tua akan selesai pada tahun ini. “Tidak lama lagi selesai. Kalau 34 kampung tua, saya ragu selesai. Tapi kalau satu, dua atau tiga kampung mudah-mudahan selesai beberapa saat lagi,” kata Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, kemarin.

Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus berupaya menuntaskan masalah kampung tua di Batam. Kampung tua adalah pemukiman yang sudah berdiri sebelum Otorita Batam membangun Kota Batam.

Karena sudah berdiri sebelum OB, maka sudah semestinya lahan di kampung tua dikeluarkan dari HPL BP Kawasan Batam. Dari 37 lokasi kampung tua di Batam, tiga di antaranya sudah selesai. Sertifikatnya dibagikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil beberapa waktu lalu.

“Kemarin sudah tiga titik, dikeluarkan dari HPL BP Batam,” kata dia. Ia memastikan warga yang berada di pemukiman kampung tua tidak dikenakan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO).

“Sama sekali tidak dibebankan UWTO. Tidak ada cap UWTO terutang karena di luar HPL BP Batam,” kata dia.

Amsakar menyatakan, selain tiga yang sudah selesai, ia belum mendapatkan laporan lokasi kampung tua mana saja yang hampir selesai untuk penyerahan sertifikat.

“Selama tidak bersentuhan dengan hutan lindung, belum pernah dikeluarkan HPL kepada pelaku usaha dan tidak ada sengketa, maka akan selesai. Sebanyak 34 ini harus diverifikasi secara cermat,” katanya.

Sebelumnya, tim penyelesaian Kampung Tua Batam telah menyelesaikan pengukuran tiga titik kampung tua. Tahap pengukuran ini salah satu sebagai syarat keluarnya legalitas kampung tua.

Kepala Dinas Pertanahan Kota Batam Aspawi mengatakan, ketiga kampung tua tersebut yakni Tanjungriau di Sekupang dengan luas persil sekitar 1.500 dan Tanjungundap di Sagulung dengan 102 persil.

“Kalau Seibinti di Sagulung, belum dihitung tapi pengukurannya sudah,” ujarnya, Minggu (24/11).

Ia mengatakan, sertifikat hak milik untuk tiga kampung ini akan keluar tahun ini. Diselesaikannya pengukuran persil di tiga kampung tua ini tak berarti pekerjaan tim bersama selesai, masih ada 34 kampung tua lagi yang belum diukur persilnya.

“Dilakukan bertahap. Tapi tahun ini tiga itu dulu,” ujarnya.

Ia mengatakan, legalisasi kampung tua bukan perkara mudah, maka tidak bisa diselesaikan secara instan.

Sementara itu untuk kampung yang sudah tidak lagi memiliki masalah apakah akan selesai tahun depan. Aspawi menyebutkan akan terselesaikan tergantung anggaran juga. “Tergantung anggaran juga, kami maunya sih selesai semuanya,” katanya.

Ketiga daerah ini telah selesai diukur berdasarkan luas wilayah di masing-masing kampung. Ketua RKWB Kota Batam Machmur Ismail mengatakan, tiga kampung tua ini yakni Tanjungriau Sekupang, Tanjunggundap Sagulung dan Seibinti Sagulung.

“Sebelumnya kan oleh tim sudah diukur secara global, hari ini (kemarin) mulai dari Tanjungriau diukur oleh BPN secara parsial, per persil,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengukuran di Tanjungriau butuh waktu sekitar dua minggu. Setelahnya tim BPN akan bergeser di dua kampung tua yang lain. Ia juga mengatakan, ketiga kampung tua ini diproyeksikan selesai diukur persilnya tahun ini. ant/iwan sahputra

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com