SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemprov Bisa Pinjam Gedung SMPN, Solusi Atasi Kekurangan Bangunan SMAN di Batam

  • Reporter:
  • Jumat, 12 Juli 2019 | 10:37
  • Dibaca : 88 kali
Pemprov Bisa Pinjam Gedung SMPN, Solusi Atasi Kekurangan Bangunan SMAN di Batam
Aktivitas belajar mengajar di SMPN 3 Batam, Sekupang, beberapa waktu lalu. Disdik Batam mempersilakan Disdik Kepri menggunakan SMPN yang tak menerapkan double shift untuk aktivitas belajar mengajar SMAN. f teguh prihatna

BENGKONG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mempersilakan pinjam pakai gedung SMP negeri di Batam untuk kegiatan belajar mengajar SMA Negeri. Terutama, bagi SMA negeri yang menambah rombongan belajar (rombel) mengatasi masalah PPDB.

Membeludaknya jumlah siswa yang mendaftar pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri harus memutar otak agar dapat menampung siswa. Selain menambah rombel di setiap SMAN di Batam, Pemprov Kepri juga akan membangun enam SMAN baru di Batam pada tahun 2020 mendatang.

“Kalau memang dibutuhkan pinjam pakai bangunan SMPN yang tidak double shift untuk buka sekolah baru SMAN, pinjam di situ. Pak Wali Kota sudah mengizinkan,” ujarnya di Bengkong, Kamis (11/7).

Namun dengan catatan, sambungnya, penyelenggaraan belajar mengajar di SMAN itu dilakukan pada siang atau sore hari, selepas siswa SMPN pulang sekolah. “Mereka akan pinjam pakai bangunan SMPN yang tidak double shift untuk digunakan siang hari,” katanya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Disdik Provinsi Kepri Muhammad Dali saat pertemuan orang tua di Dataran Engku Putri, Batam Centre, beberapa waktu lalu. Hendri akan memberikan data sementara sekolah mana saja yang tidak menerapkan double shift untuk SMAN menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di siang hari.

“Saya berpikir kemungkinan jika seadainya memang harus dibuka sekolah baru, mungkin Disdik Provinsi Kepri akan pinjam. Pakailah SMPN untuk pembelajaran di siang hari. Kalau seandainya mungkin Disdik Provinsi buka sekolah baru,” kata Hendri.

Hendri sudah melaporkan kepada Wali Kota Batam Muhamad Rudi bahwasanya Kadisdik Provinsi Kepri sudah meminta data SMPN yang tidak double shift. “Ditanggapi Pak Wali sangat positif,” terangnya.

Tunggu Kebijakan PPDB Tahap Tiga

Sejumlah orang tua calon siswa hingga kemarin masih menunggu kebijakan dari Disdik Kepri. Pasalnya, proses PPDB tingkat SMA di wilayah Sagulung belum mengakomodir seluruh calon peserta didik pada tahap kedua.

Pantauan KORAN SINDO BATAM di SMAN 5, para orang tua calon siswa yang anaknya tidak lolos PPDB tahap dua terlihat menunggu adanya informasi terkait PPDB tahap tiga.

Salah satu orang tua calon siswa, Aulia mengaku masih menunggu informasi dari panitia terkait PPDB tahap tiga. “Harusnya sudah bisa diakomodir di tahap kedua. Namun PPDB tahap kedua di SMAN 5 hanya menampung 17 siswa dari jumlah pendaftar yang mencapai 300 calon siswa,” ujarnya.

Sedangkan di SMAN 17 juga terdapat puluhan orang tua calon siswa yang datang untuk mendapatkan informasi PPDB tahap tiga.

Leli salah satunya. Ia mengatakan, meski jarak rumahnya ke SMAN 5 itu cukup dekat dibanding dengan SMAN 17, namun, saat mendaftar di tahap kedua tetap tak diterima. “Tetap saja tak lolos zonasi, kalau hitungan jarak justru lebih jauh ke SMA 17, sekarang saya cuma sabar menunggu tahap ketiga,” kata Leli.

Kepala SMAN 17, Winanti menjelaskan, untuk tahap pertama peminatnya ada 679 pendaftar. Namun yang melakukan verifikasi ada 376 siswa. Jalur perpindahan orang tua kosong tak terisi, jalur prestasi yang harusnya terisi 44 siswa hanya terisi 4 siswa. Sehinga 54 masih kosong hingga saat ini. “Kan masih ada tahap ketiga. Itu pasti terisi. Kami tunggu saja pelaksanaan tahap letiga,” ujarnya.

Ia berharap agar calon siswa yang belum tertampung nantinya bisa diakomodir oleh kebijakan Provinsi “Nah mudah-mudahan nantinya sisa dari 157 calon siswa yang tak tertampung bisa terakomodir dari kebijakan Provinsi untuk tahapan ketiga,” harapnya.

Apabila tahap ketiga nanti sudah dibuka. Pihaknya juga siap melakukan penambahan lokal sebanyak empat kelas yang diperkirakan bisa menampung 144 siswa lagi. “Mudah-mudahan dengan tambahan empat lokal itu bisa menampung siswa yang belum tertampung di tahap kedua ini,” kata Winanti.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Kepri Nurdin Basirun menjamin semua calon siswa SMA yang gagal dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) sistem zonasi di SMA Negeri bisa diterima. Jalan keluarnya, tiap SMAN di Batam diharuskan menambah minimal dua rombongan belajar (rombel) baru.

“Orang tua jangan resah, pemerintah menjamin mencarikan solusi terbaik,” ujar Nurdin di hadapan ribuan orang tua di Engku Putri, Batam Centre, kemarin pagi.

Solusi menambah rombel disampaikan Nurdin didampingi Wali Kota Batam Muhammad Rudi ketika pertemuan dengan orang tua yang anaknya gagal masuk SMA negeri lewat sistem PPDB. Undangan pertemuan itu disebar sehari sebelumnya sehingga yang hadir di Engku Putri jumlahnya ribuan.

Nurdin menjelaskan, Dinas Pendidikan Kepri harus mengacu Permendikbud No.20/2019 tentang PPDB dalam penerimaan murid baru. Setelah tahapan sesuai aturan itu dijalankan, Pemprov Kepri baru bisa mengambil kebijakan agar siswa yang tak tertampung bisa masuk SMA Negeri. “Salah satunya akan ditambah minimal dua rombel di setiap SMA Negeri di Batam. Saya perintahkan supaya semua bisa tertampung,” ujar Nurdin.

Orangtua diimbau tetap mengikuti mekanisme pendaftaran mengacu aturan. Nurdin mewanti-wanti soal kemungkinan memasukkan anak lewat oknum atau jalur tidak resmi. “Jangan sampai meminta bantuan pihak ketiga, pemerintah sudah menjamin,” sambung dia.

Penambahan rombongan belajar atau kelas menjadi solusi jangka pendek yang diambil Pemprov Kepri setelah penerimaan murid baru lewat PPDB di Batam menyisakan masalah karena anak yang gagal masuk SMA negeri mencapai ribuan. Untuk jangka panjang, Nurdin menyatakan sudah menyusun rencana pembangunan sekolah baru.

Sekolah ini akan dibangun di lokasi yang penduduknya padat, antara lain Sagulung, Batuaji, Bengkong dan Batamkota. Hanya saja, rencana ini baru bisa direalisasikan pada 2020. Menurut Nurdin, Disdik segera menyiapkan rencana pembangunan itu. “Baru bisa terlaksana pada 2020,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepri Muhammad Dali menyatakan langkah yang diambil Gubernur Kepri dengan tambahan rombel segera dijalankan. “Segera kami susun teknisnya. Saya minta orangtua bersabar,” tutur dia.

Dia menambahkan dalam Permendikbud 20/2019 sudah diatur tiga jalur yang bisa digunakan calon siswa untuk mendaftar, pertama yakni jalur perpindahan orang tua dengan kuota 5 persen. Kemudian jalur prestasi akademik ataupun nonakademik dengan persentase 15 persen dan jalur zonasi dengan persentase 80 persen.

“Pada tahap pertama ini data terakhir yang saya dapat ada sekitar 2.126 calon siswa yang belum tertampung. Karena itu kita akan melakukan pendaftaran tahap kedua,” kata Dali.

Tahap ke dua bukan membuka penfataran ulang dari awal, melainkan dilakukan untuk mengisi kekurangan rencana daya tampung (RDT) dari jalur prestasi dan perpindahan orang tua. Sebab beberapa sekolah yang mendaftar melalui dua jalur ini masih memenuhui kuota dari RDT yang ditentukan.

Dali menjelaskan untuk tahap kedua tersebut mekanisme dengan menggunakan bebas zona, atau keluar dari zonasi sebelumnya. Tapi tetap diatur atau bergabung dengan zonasi lainnya, dimana sebelumnya di Batam ada delapan zonasi pada tahap kedua ini menjadi empat zonasi. Sedangkan jalur perpindahan orang tua dan prestasi tidak diterapkan lagi.

“Peluangnya memang kecil tapi setidaknya bisa mengurangi jumlah calon siswa yang belum diterima ini,” katanya.

Kemudian, selanjutnya sisa dari tahap pertama dan kedua tersebut, pihaknya akan membuka tahap ke tiga. Sebagaimana yang disampaikan sebelumnya bahwa setiap sekolah akan menambah dua rombel atau menyesuaikan dengan situasi. Di Batam khususnya mainland ada sekitar 16 SMAN yang masing-masing akan ditambah dua rombel dengan setiap rombelnya berjumlah 36 siswa.

Namun, ada beberapa sekolah yang memungkinkan untuk ditambah lima rombel. Salah satunya SMAN 23 Batam di Batuaji. Pihak sekolah bersama masyarakat sekitar sudah sepakat akan menambah lima rombel dan rencananya akan pinjam pakai gedung sebelahnya. Kendati sepenuhnya tidak bisa menampung jumlah pendaftar di sekolah tersebut, setidaknya bisa mengurangi jumlah pendaftar.

“Di SMAN 23 Batam ini kuotanya 70 siswa, tapi yang mendaftar sekitar 500-an, jadi meski ditambah lima rombel kan tetap tidak cukup. Karena itu mungkin akan digeser ke sekolah lainnya sisanya nanti,” katanya. reni hikmalia/ahmad nusur/ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com