SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemprov Kepri Diminta Bentuk Tim Atasi Ekonomi Lesu

  • Reporter:
  • Rabu, 24 Mei 2017 | 10:57
  • Dibaca : 564 kali
Pemprov Kepri Diminta Bentuk Tim Atasi Ekonomi Lesu
Ilustrasi DOK SINDO BATAM

PINANG – Pemerintah Provinsi Kepri disarankan membentuk tim khusus untuk mengatasi lambatnya pertumbuhan ekonomi dan minimnya investasi yang masuk ke daerah ini. Jika tak segera dicarikan solusi, dikhawatirkan akan timbul gejolak sosial.

“Tim khusus ini bisa diisi perwakilan pemerintah, pengusaha, legislatif, akademisi dan lainnya. Tugasnya membuat formula untuk mengatasi dan menemukan solusi untuk menggairahkan kembali perekonomian di Kepri,” kata Ketua Komisi II DPRD Kepri Iskandarsyah di kantornya, Dompak, Tanjungpinang, Selasa (23/5).

Iskandar mengatakan, kelesuan ekonomi Kepri harus segera ditangani. Ia khawatir, jika dibiarkan berlarut, akan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat dan semakin memperburuk iklim investasi.

“Pengangguran akan semakin banyak, akan timbul ketidakstabilan sosial di masyarakat. hal itu berpotensi memicu maraknya tindakan kejahatan dengan alasan ekonomi. Angka anak putus sekolah juga bakal naik, serta kemungkinan meningkatkan perceraian,” katanya.

Menurut dia, pertumbuhan perekonomian Kepri sudah terasa melambat sejak tahun 2013. Saat itu, aktivitas pertambangan bauksit di beberapa daerah di Kepri ditutup. Tahun-tahun berikutnya, penurunan ekonomi dialami hampir seluruh daerah di Indonesia, bahkan internasional akibat merosotnya harga minyak dunia.

Melambatnya perekonomian di Kepri juga dikarenakan serapan APBD dan APBN kurang maksimal. Belanja barang dalam penganggaran APBD dan APBN terhenti dan tidak ada kegiatan fisik yang dikerjakan.

“Sekarang sudah bulan kelima. Pemprov Kepri baru menyelesaikan tahap pelelangan proyek dan kegiatan lainnya. Anggaran APBD 2017 mengendap, belum bisa dibelanjakan. Ini berimbas pada perputaran uang di masyarakat yang melambat,” katanya.

Iskandar berharap Gubernur Kepri aktif mendorong para pejabat di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera belanja barang setelah proses lelang siap, agar perputaran uang di Kepri berjalan baik.

Ia mencatat, beberapa tahun terakhir, ada sejumlah perusahaan di Kepri yang tutup dan merumahkan karyawannya. Untuk di Kota Batam saja, angka pengangguran lebih dari 13 ribu orang.

“Tingginya pengangguran akan menjadi beban pemerintah. Karena itu, kita semua harus terlibat untuk mengatasi masalah ini,” katanya.

Iskandar berharap tim khusus yang dibentuk Pemprov Kepri nantinya menemukan formula bukan hanya untuk menumbuhkan kembali perekonomian, namun juga ikut mendatangkan investor menanamkan modalnya di Kepri.

Ia melihat potensi pengembangan ekonomi Kepri ke depan masih di sektor kemaritiman dan kepariwisataan. Kepri memiliki potensi pendapatan yang sangat besar dari dua bidang tersebut.

“Kita harus memaksimalkan sumber-sumber pendapatan dari kelautan dan kepariwisataan. Saya yakin, jika dua bidang itu digarap fokus dan serius, perekonomian Kepri akan meningkat lagi, bahkan berada di atas nasional,” katanya.

Staf Ahli Gubenrur Kepri Andi Anhar Chalid setuju pembentukan tim khusus yang bertugas menyelesaikan masalah perekonomian dan investasi di Kepri. Menurutnya, saat ini beban ekonomi masyarakat Kepri sedang diuji. Banyak perusahaan yang tutup dan memberhentikan ribuan karyawasnnya.

“Angka pengaguran di Kepri yang terus membengkak, bukan hanya menjadi beban pemerintah, namun berdampak pada seluruh lini kehidupan. Masalah ini harus segera dicarikan solusinya,” kata dia.

Sebelumnya, Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga bertekad akan memanfaatkan bidang kemaritiman dan pariwisata untuk menggenjot perekonomian Kepri. Di bidang maritim, saat ini Pemprov Kepri sedang fokus menggarap pengelolaan jasa labuh jangkar kapal. Di kepariwisataan, baik Pemprov maupun pemerintah kabupaten/kota, akan rutin menggelar event-event bertaraf nasional dan internasional.

“Potensi-potensi sumber daya alam Kepri yang luar biasa di bidang pariwisata akan terus dimaksimalkan. Promosi diperbanyak dan diperluas untuk mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara,” katanya.

Pemprov Kepri juga telah mengajukan perubahan atau revisi dua perda terkait retribusi daerah yang berkaitan dengan upaya peningkatan perekonomian daerah.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com