SINDOBatam

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemrintah Masih Mengkaji Pembangunan Jembatan Babin, Panjang 6,27 Km, Butuh Rp9 Triliun

  • Reporter:
  • Sabtu, 13 April 2019 | 11:10
  • Dibaca : 101 kali
Pemrintah Masih Mengkaji Pembangunan Jembatan Babin, Panjang 6,27 Km, Butuh Rp9 Triliun
Penumpang turun dari kapal roro di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan Utara, belum lama ini. Sebelum ada jembatan penghubung Pulau Batam ke Pulau Bintan, jalur laut menjadi pilihan warga. /DOK SINDO BATAM.

PINANG – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengkaji pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin). Jembatan sepanjang 6,27 kilometer (km) itu diperkirakan menelan anggaran Rp9 triliun.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah IV Jambi-Kepri, Budi Harimawan Semihardjo mengatakan, rencana pembangunan jembatan ini, masih harus menunggu hasil review Feasibility Study (FS) oleh Direktorat Pengembangan Jaringan Jalan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR.

“Bukan itu saja yang masih harus dilakukan, namun harus ada kesiapan dari Pemprov (Pemerintah Provinsi) Kepri yakni pembuatan DED (Desain Engineering Desain) serta AMDAl (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan),” katanya, kemarin.

Budi menyebutkan, berdasarkan hasil pemantauan lokasi pada Selasa (8/4) lalu, selain menunggu hasil review FS, DED serta AMDAL untuk pembangunan jembatan ini diperlukan adanya Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP).

LARAP ini adalah upaya pembebasan lahan, bangunan dan tanaman serta pemindahan penduduk dengan mengunakan pendekatan partisipasi. Dengan adanya ini maka akan ada kesimpulan untuk mendapatkan kerangka kerja dalam pelaksanaan pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan ini. “LARAP ini bukan tugas atau kewajiban Kementerian PUPR, namun itu tugas pokok Pemprov Kepri yang merupakan pemilik wilayah,” sebutnya.

Budi memaparkan, bahwa dari hasil pemantauan yang dilakukan yang juga melibatkan Satuan Kerja (Satker) Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kepri menyimpulakan, untuk rencana pembangunan tapak I Jembatan Babin berlokasi di Kabil, Batam. Sedangkan untuk pembangunan tapak II dan III di Tanjungsauh, dan tapak IV dan V di Pulau Ngenang dan tapak VI berada Tanjung Taluk, Pulau Bintan.

“Panjang masing-masing tapak tersebut yakni Kabil-Tanjungsauh sepanjang 2.170 meter, Tanjungsauh-Pulau Ngenang sepanjang 293 meter dan Pulau Ngenang-Tanjungtaluk panjang 3.814 meter. Sehingga total panjang Jembatan Babin ini yakni 6.277 meter dan nantinya ditambah jalan darat sepanjang 8,67 km,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, untuk estimasi perkiraan total anggaran pembangunan Jembatan Babin ini, sesuai hasil peninjauan diperkirakan mencapai Rp9 triliun. Namun tegasnya, anggaran Rp9 triliun tersebut, bisa berkurang atau bahkan bertambah.

“Tentunya harus melihat tipe konstruksi jembatan yang akan diplilih, tinggi clearance, kedalaman laut, dan lain sebagainya. Tergantung DED yang akan dikerjakan Pemprov Kepri, mau seperti apa konsep dan tipe pembangunan Jembatan Babin ini. Tentunya pihak Kementerian akan berkoordinasi dengan Pemprov Kepri pembuatan DED ini, sehingga akan menghasilkan jembatan yang berkualitas dan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, apabila pusat sudah memberikan kepastian, apapun yang menjadi kewajiban atau syarat bagi Kepri akan segera dilaksanakan. Baik itu pembuatan DED, AMDAL dan juga lainnya termasuk masalah pembebasan lahan untuk pembangunan jembatan itu akan digesa penyelesaiannya.

“Kita siap menyelesaikannya dan akan dilakukan secara bersama-sama baik dengan Pemko Batam, Pemkab Bintan yang wilayahnya menjadi lokasi pembangunan jembatan itu,” ujarnya.

sutana

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com