SINDOBatam

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pemuda Lingga Gelar Dialog Kebangsaan, Bangkitkan Ekonomi di Perbatasan

  • Reporter:
  • Senin, 3 Desember 2018 | 12:13
  • Dibaca : 136 kali
Pemuda Lingga Gelar Dialog Kebangsaan, Bangkitkan Ekonomi di Perbatasan
Pemuda Lingga menggelar dialog kebangsaan untuk membangkitkan ekonomi di Kepri, khususnya di Kabupaten Lingga di Gedung Serbaguna Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Sabtu (1/12). f jamariken tambunan

LINGGA – Pemuda Lingga menggelar dialog kebangsaan untuk membangkitkan ekonomi di Kepri, khususnya di Kabupaten Lingga di Gedung Serbaguna Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Sabtu (1/12) malam. Kegiatan yang bertema Bangkitkan Ekonomi di Wilayah Perbatasan ini dihadiri mantan Wali Kota Batam Nazief Soesila Dharma sebagai salah satu narasumber.

Nazief mengatakan, bahwa persoalan ekonomi di suatu daerah tergantung kepada pemimpinnya. Menurut dia, salah satu yang harus dirubah adalah sistem pendidikan di Indonesia. “Pendidikan di Indonesia saat ini adalah di mana guru mencari murid. Sedangkan di luar negeri, murid yang mencari guru. Artinya, murid setelah tamat belajar bisa memiliki beragam ke ahliannya,” katanya.

Pemerintah, kata dia, harus memberikan kebebasan kepada para pemuda untuk mengembangkan ide-idenya yang disesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini. Pemerintah daerah jangan melihat eokonomi hanya dari pertumbuhan anggaran saja. Tapi juga melihat serapan pertumbuhan ekonomi masyarakatnya.

“Seperti pertumbuhan ekonomi kecil. Karena ekonominya kecil ini dapat digerakkan dari segala lini,” katanya.

Kapten Samuel Bonaparte, lanjutnya, terlahir dari keluarga yang kurang mampu, namun memiliki pandangan hidup yaitu, bukan salahmu dilahirkan miskin, namun mati miskin itu baru salahmu. Saat ini, menurut dia, Kepri dan Lingga memiliki potensi yang belum digarap dengan maksimal seperti potensi di laut.

“Kalau ini dikembalikan kepada ekonomi masyarakat maka Kepri memiliki laut yang luas dari daratan. Namun, kita tetap selalu mengelola daratan tanpa harus berpikir bagaimana mengembangkan laut sebagai area pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Nazief menambahkan, ada dua landasan yang perlu dirubah jika ingin perekonomian di perbatasan bisa bangkit. Di antaranya, perubahan di sistem pendidikan dan hukum. Sedangkan perubahan dari sisi ekonomi dengan bergotong-royong melakukan perubahan-perubahan lainnya.

“Di sinilah peran pemuda, di mana pemuda harus dapat formula baru yang dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi secara nyata,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga Djunaidi Adjam mewakili Bupati Lingga Alias Wello mengatakan, Pemerintah Kabupatem (Pemkab) Lingga sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, kegiatan ini sangat positif karena pemuda ikut bereperan dalam membangkitkan perekonomian di Lingga.

“Kegiatan ini memiliki semangat kesatuan dan persatuan, maka kita akan siap untuk membangun dari segala aspek. Seperti Lingga yang memiliki semangat empat pilar pembangunan ekonomi menuju lingga terbilang 2020 nanti,” katanya. jamariken tambunan

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com