SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Penabrak Pejalan Kaki Didakwa 6 Tahun Penjara

  • Reporter:
  • Selasa, 7 Agustus 2018 | 09:25
  • Dibaca : 183 kali
Penabrak Pejalan Kaki Didakwa 6 Tahun Penjara
ilustrasi

BATAM KOTA – Romadhani, terdakwa kasus pelanggaran lalu lintas terancam hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimum Rp12 juta. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arie Prasetyo mendakwanya dengan pasal 310 ayat (4) UU RI No.22/2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Ia didakwa dengan pasal tersebut setelah menabrak pejalan kaki hingga tewas pada Mei 2018 lalu. Dalam dakwaan dijelaskan, kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut bermula ketika Romadhani yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R BP 4252 FU melintas di jalan Duyung, dekat Pasar Pagi Pos Polisi Jodoh pada 7 Mei 2018 lalu sekitar pukul 16.00. Ia melintas dari arah Tanjunguma ke Harbour Bay.

“Saat melewati jalan umum Duyung depan Pos Polisi Pasar Induk Jodoh, terdakwa masuk ke jalur sebelah kiri dan menabrak pejalan kaki Abdul Sani (Alm) yang pada saat itu hendak menyeberang dari arah kiri jalan menuju ke kanan jalan,” kata JPU Arie membacakan dakwaan.

Seketika, korban Abdul Sani terjatuh setelah terkena hantaman keras laju kendaraan terdakwa. Abdul Sani sempat dilarikan ke RS Harapan Bunda, Pelita. Namun, setelah mendapat perawatan beberapa saat, korban dinyatakan meninggal dunia. JPU Arie menyatakan kesimpulannya yakni pada pemeriksaan korban laki – laki berusia enam puluh lima tahun itu ditemukan luka di atas pelipis mata kanan, luka bengkak di dahi kanan, luka bengkak merah bebiruan di kelopak atas mata kanan dan luka bengkak di punggung telapak tangan kanan akibat kekerasan tumpul. “Penyebab kematian disebabkan karena pendarahan di otak, menekan pusat pernapasan,” kata JPU Arie lagi membacakan dakwaan.

Dakwaan tersebut dibenarkan oleh terdakwa. Ia mengakui kesalahan dan kecerobohannya dalam membawa kendaraan sehingga korban meninggal dunia. Sidang yang dipimpin majelis hakim Taufik Nainggolan, Renni Pitua Ambarita dan Egi Novita memutuskan untuk menunda persidangan. Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. aini lestari

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Berita Terbaru

Theme Portal Berita TUX_URL.com