SINDOBatam

Terbaru Metro+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

Pencairan Insentif Guru Madrasah Tahun 2018, Kemenag Harus Usulkan di Bansos

  • Reporter:
  • Jumat, 7 Desember 2018 | 10:42
  • Dibaca : 175 kali
Pencairan Insentif Guru Madrasah Tahun 2018, Kemenag Harus Usulkan di Bansos
ilustrasi

BATAM KOTA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam diminta mengusulkan dana bantuan sosial (bansos) atau hibah ke Pemko Batam untuk pencairan insentif guru madrasah tahun 2018. Bila tidak ada pengajuan dari Kemenag Batam, bantuan kesejahteraan bagi guru agama ini tak akan bisa dicairkan.

Insentif guru madrasah ibtidaiyah (MI) dan madrasah tsanawiyah (Mts) tahun 2018 tidak bisa dicarikan. Anggaran ini menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri, karena Pemko Batam tidak bisa memberikan langsung insentif karena guru madrasah berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

Pemko Batam batal memberikan insentif atau tunjangan bagi 717 guru madrasah se-Kota Batam. Dana yang sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam 2018 ini akan menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD Tahun 2018.

Adapun guru madrasah yang menerima insentif ini yakni, guru setingkat TK 355 orang, SD atau MI 222 orang dan SMP atau Mts 141 orang. Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, madrasah memang tidak langsung di bawah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, sehingga hal ini yang menjadi temuan dari BPKP. Solusinya untuk tahun 2019 anggaran untuk insentif guru madrasah akan diberikan melalui dana hibah kepada Kemenag, agar tidak melanggar ketentuan yang ada.

“Kalau formatnya tidak diubah tidak bisa dicairkan. Karena itu Kemenag yang harus mengusulkan di bansos atau hibah,” ujarnya di Kantor DPRD Batam, Kamis (6/12).

Pemko Batam sudah mengundang para guru dan seluruh anggota Badan Majelis Guru Al Quran (BMGQ) Kota Batam untuk menyampaikan permasalahan tersebut. Silahturahmi antara Pemko dengan guru BMGQ sangat penting. Melalui pertemuan ini bisa mendekatkan jarak dan menghasilkan hal yang positif serta menyatukan hati antara guru BMGQ dan Pemko Batam.

“Jika kita sudah berada pada pola fikir yang sama, maka kita bisa mewujudkan Batam menjadi bandar dunia madani,” kata Amsakar.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan Pemko Batam akan menghibahkan dana insentif itu kepada Kemenag Kota Batam. Di tahun 2018, insentif tersebut tidak bisa dicairkan karena menjadi temuan BPKP. Kepada seluruh anggota BMGQ Kota Batam, ia mengatakan, hanya boleh menerima salah satu dari insentif itu. Jika guru MI atau Mts juga sebagai guru TPQ maka harus menentukan pilihan untuk menerima insentif sebagai guru TPQ atau sebagai guru MI atau Mts.

“Pilih salah satu BMGQ atau dana hibah. Mulai Januari harus pilih satu dan penerima ini berdasarkan data NIK KTP,” sebutnya.

Bagi guru BMGQ, Pemko Batam akan mencairkan insentif tahap kedua, Juli-Desember. Guru TPQ diminta agar segera menandatangani amprah yang telah disiapkan Bagian Kesra Setdako Batam. Selain menandatangani amprah, penerima juga harus membubuhkan cap jempol pada amprah itu.

“Segera tanda tangani amprahnya, batas akhir sampai 14 Desember untuk pencairan. Jika ada satu yang tidak menandatangani amprah maka insentif tidak bisa dicairkan,” ujarnya.

Rudi mengajak agar seluruh guru TPQ di Kota Batam kompak dan bersatu. Sebagai guru agama agar dapat syiarkan agama pada anak-anak agar tidak terpengaruh dengan budaya asing yang masuk ke Batam. Ilmu agama salah satu jalan untuk menyelamatkan anak-anak dari hal-hal negatif.

“Batam sudah dibuka sebagai kota pariwisata. Jika wisata sudah masuk pasti budaya asing ikut masuk. Kebebasan di Kota Batam harus dicut, bantu kami supaya Kota Batam tidak mendapat gelar negatif,” ujarnya. ahmad rohmadi

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com