SINDOBatam

Feature+

Opini+

Hattrick+

Jungkir Balik+

PENCARIAN BOS GICI, Basarnas Sisir Dasar Laut Perairan Mansiman

  • Reporter:
  • Senin, 13 Agustus 2018 | 13:53
  • Dibaca : 315 kali
PENCARIAN BOS GICI, Basarnas Sisir Dasar Laut Perairan Mansiman
Salah satu penyelam dan anggota Basarnas Papua menerangkan rencana penyelaman pencarian Kiatwansyah di atas kapal Kurabesi Explorer, kemarin. /ist

MANOKWARI – Tim gabungan Search dan Rescue (SAR) Manokwari terus berupaya mencari pemilik yayasan pendidikan GICI Kiatwansyah. Memasuki hari ketiga, area pencarian Kiatwansyah diperluas hingga radius 700 meter dan menyelam 30 meter kedalaman laut di perairan Pulau Mansiman, Manokwari, Papua Barat.

Hingga Minggu (12/8) sore, upaya pencarian Kiatwansyah masih nihil dan dilanjutkan Senin (13/8) pagi. Tim SAR gabungan akan terus melaksanakan pencarian sampai hari ketujuh. Rapat evaluasi sudah dilaksanakan untuk menentukan tindakan proses pencarian di hari keempat.

Seperti diberitakan, pemilik GICI Business School Kiatwansyah dinyatakan hilang sejak Jumat (10/8) pukul 14.00 WITA setelah dilaporkan menyelam di perairan Pulau Mansiman, sekitar enam kilometer dari Manokwari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan(Basarnas) Manokwari, George Leo Mercy Randang mengatakan area pencarian Kiatwansyah telah diperluas. Pihaknya bersama tim SAR dari Satpol Air Polres Manokwari, Polda Papua Barat, Komunitas Selam Universitas Papua (Unipa), Komunitas Molo, serta Palang Merah Indonesia (PMI) lebih optimal pada pencarian hari ketiga.

Tim melibatkan 29 penyelam yang melaksanakan pencarian di dasar laut sampai kedalaman 30 meter. Hingga hari ketiga pencarian atau Minggu (12/8), radius pencarian diperluas menjadi 700 meter dari lokasi Kiatwansyah dinyatakan hilang. Sejak Jumat (10/8), area pencarian beradius 500 meter.

“Tim terus berusaha maksimal. Minggu pagi tim penyelam dari Kapal Kurabesi Explorer masih sama-sama dalam pencarian,” ujar dia Manokwati, Minggu (12/8).

Seperti pencarian sebelumnya, selain pencarian di dasar laut, tim yang bergerak di permukaan perairan terus menyisir area secara bergantian. “Kami juga menyisir pantai, peta pencarian hari ini (Minggu, 12/8) diperluas, pencarian di dasar, permukaan termasuk pesisir pantai,” sebut George.

Pencarian, lanjut dia, dilakukan pada radius 700 meter dari bibir pantai Pulau Mansiman. Tim dibagi dalam beberapa regu untuk melakukan pencarian di berbagai arah. “Kami sudah sebarkan informasi kepada masyarakat, nelayan di seluruh wilayah Manokwari. Kalau melihat atau menemukan korban tolong segera sampaikan ke kami atau bisa juga ke pos polisi terdekat,” ujar George.

Sementara itu, Awi, adik kandung Kiatwansyah, sejak Minggu (12/8) memantau langsung misi pencarian dan pertolongan Kiatwansyah di perairan Pulau Mansinam.

George menuturkan Awi datang dari Batam dan sejak kemarin berada di Kapal Kurabesi Explorer yang menjadi posko misi SAR. “Hanya adiknya datang dari Batam. Beliau bersama-sama kami di posko, memantau langsung proses pencarian,” ujar dia.

Kurabesi Explorer adalah kapal yang membawa Kiatwansyah Yasmin dan rombongan wisatawan yang menyelam di perairan Mansinam, Jumat (10/8). “Kami optimalkan sumber daya yang ada. Mari kita sama-sama berdoa agar korban segera ditemukan. Keluarga korban resah dan terus menunggu perkembangan pencarian,” papar dia. Ia mengutarakan, cuaca di Manokwari cukup cerah Pada hari ketiga, tim mendapat tambahan lima penyelam sehingga bisa mempercepat proses pencarian.

Sosok Inspiratif

Di Batam, sejumlah kerabat berharap Kiatwansyah segera ditemukan. Di mata kerabat, Kiatwansyah dikenal sosok yang inspiratif dan punya rasa kepedulian yang tinggi dengan masyarakat. Kabar hilangnya Kiatwansyah di Manokwari, Papua Barat sontak mengagetkan keluarga dan teman-teman dekatnya. “Sudah sangat lama saya kenal beliau. Sosok yang unik, tidak pernah marah. Karena itu kami semua sedih begitu mendengar beliau hilang,” ujar Hendra Asman, anggota DPRD Kota Batam.

Hendra tergabung sebagai anggota Lions Club, organisasi kemasyarakat yang bergerak di bidang sosial masyarakat. Di organisasi itu, Kiatwansyah juga aktif di Lions Club. Selain di Lions Club, Kiatwansyah juga aktif di Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).

Hendra bersama keluarga dan kerabat dekat sudah menggelar doa bersama dan berharap Kiatwansyah bisa segera ditemukan dengan selamat. Sehingga bisa kembali berkumpul dengan keluarga di Batam.

Hendra mengaku terakhir berkomunikasi dengan Kiatwansyah sekitar dua bulan lalu saat bersama-sama menghadiri sebuah acara di Surabaya. Ia pun tidak menyangka teman dekatnya itu saat ini masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan saat mengunjungi daerah wisata di Papua Barat tersebut. “Saya berdoa mudah-mudahan beliau tidak apa-apa,” kata dia.

Sementara itu, pantauan KORAN SINDO BATAM, di kediaman Kiatwansyah yang terletak di Cluster Venezia, Kompleks Perumahan Duta Mas, Batam Centre, tampak tidak begitu banyak aktivitas. Terlihat ada beberapa kerabat yang datang, hanya saja enggan memberikan komentar. ahmad rohmadi

Kiatwansyah adalah satu dari rombongan wisatawan yang ikut dalam perjalanan wisata Kapal Kurabesi Explorer. Pada Jumat (10/8) rombongan melakukan penyelaman di perairan Pulau Mansinam pada kedalaman 10 meter.

Sebelum dinyatakan hilang, pria pemilik sejumlah yayasan pendidikan di Batam, Kepri, ini sempat mengalami masalah pada penyelaman pertama. Pemandu wisata lalu membawanya ke darat. Tak lama setelah itu, Kiatwansyah diduga menyusul rekan-rekannya untuk kembali menyelam. Begitu para penyelam naik ke darat Kiatwansyah tak kembali. Pencarian pun dilakukan guide bersama penyelam lain. Sejak saat itu, pria kelahiran Binjai ini tidak kembali. ahmad romadi/ant

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Portal Berita TUX_URL.com